• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 7, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Ekspor Sawit Indonesia Terancam ‘Disuntik Mati’ Demi Biodiesel?

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
13 Maret 2026
Ekonom Kritik Usulan Pajak Air Permukaan Sawit Per Pohon

Kebun kelapa sawit | Foto: Ilustrasi.

770
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS – Industri kelapa sawit Indonesia kini berada di persimpangan yang mengkhawatirkan, menurut Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki).

Gapki melihat ada potensi ambruknya volume ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO). Ancaman ini muncul akibat tren produksi nasional yang stagnan dalam lima tahun terakhir, sementara syahwat konsumsi dalam negeri terus melonjak tajam, terutama dipacu oleh program mandatori biodiesel B40.

Sekretaris Jenderal Gapki, Muhamad Hadi Sugeng Wahyudiono, mengungkapkan fakta pahit bahwa mesin produksi sawit nasional seolah kehilangan tenaga.

Meski kinerja ekspor tahun 2025 tercatat mencapai 32,34 juta ton atau naik 9,51 persen secara tahunan, namun jika ditarik garis dalam lima tahun terakhir, grafiknya justru menunjukkan tren penurunan yang konsisten. Kondisi ini dipicu oleh lambatnya peremajaan sawit rakyat (PSR) yang membuat produktivitas tidak bergerak signifikan.

“Produksi kita lima tahun terakhir ini ya relatif tidak bergerak, so-so saja. Ini menandakan industri kita perlu ada treatment. Salah satunya adalah melambatnya replanting, kita akui itu, sehingga produksi kita tidak bergerak,” tegas Sugeng dalam pertemuan di Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026, dikutip dari Binsis.com.

Dia menyebut kegelisahan pengusaha bukan tanpa alasan. Saat produksi “jalan di tempat”, pemerintah terus menggenjot penggunaan CPO untuk energi domestik. Data menunjukkan konsumsi biodiesel melonjak 10,97 persen menjadi 12,70 juta ton pada 2025 seiring transisi dari B35 ke B40. Sugeng khawatir, jika produktivitas tidak segera dipacu, pemerintah terpaksa akan mengorbankan kuota ekspor demi menjaga ketahanan energi nasional.

“Apabila ini terjadi dan terus-menerus, saya khawatir nanti ekspor kita yang dikorbankan. Ujung-ujungnya, manfaat kepada petani untuk PSR, kepada biodiesel, dan sebagainya tentu juga akan menjadi problem,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Gapki Eddy Martono menyoroti ketimpangan antara kebun korporasi dan rakyat. Kenaikan produksi 7 persen pada 2025 lebih banyak disumbang oleh lahan perusahaan yang sudah melakukan replanting. Sebaliknya, peremajaan di tingkat petani rakyat masih merangkak sangat lambat. Padahal, dengan total produksi 56,55 juta ton saat ini, Indonesia punya potensi jauh lebih besar jika PSR berjalan optimal.

“Apabila replanting rakyat ini bisa berjalan sesuai rencana, pencapaiannya akan jauh sekali. Sekarang bisa dikatakan tidak berjalan dengan baik, dan ini menjadi PR kita bersama,” tutur Eddy.

Ketimpangan ini kian nyata saat melihat pasar ekspor utama seperti India, Uni Eropa, dan Amerika Serikat mulai mencatatkan rapor merah (penurunan volume), yang menjadi sinyal bahwa posisi Indonesia sebagai raja sawit dunia sedang tidak baik-baik saja.***

Tags: kelapa sawitnasionalperkebunan
Share18Tweet12Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Yayasan Hutan Tropis Tawarkan Praktik Bisnis Bertanggung Jawab
Lingkungan

Yayasan Hutan Tropis Tawarkan Praktik Bisnis Bertanggung Jawab

...

Read moreDetails
Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma

Harga TBS Swadaya di Riau Naik, Harga Tertingginya Segini. Harga CPO

Harga TBS Kelapa Sawit Plasma di Riau Juga Turun, Cek Selengkapnya di Sini

Ekspor Nonmigas Riau Tumbuh 8,14 Persen. Harga TBS Sawit Riau

Harga TBS Sawit Riau Turun, Umur 9 Tahun Jadi Rp3.912,24 per Kg

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Next Post
OJK Riau Genjot Ekonomi Daerah Lewat Keuangan Syariah, UMKM hingga Konsolidasi BPR

OJK Riau Genjot Ekonomi Daerah Lewat Keuangan Syariah, UMKM hingga Konsolidasi BPR

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.