BERTUAHPOS.COM — Singapore Institute of International Affairs (SIIA) tertarik mempelajari konsep GREEN for Riau serta pendekatannya terhadap tata kelola lingkungan dan mitigasi karhutla. Dalam kunjungan kehormatan di Kantor Gubernur Riau pada Jumat, 17 Juli 2026, menjadi kesempatan bagi SIIA untuk memahami lebih lanjut berbagai inisiatif yang tengah dikembangkan di Riau.
Ketua Institut Urusan Internasional SIIA, Simon Tay, mengungkapkan pihaknya telah mempelajari konsep Green for Riau sebelum melakukan pertemuan. Kunjungan ini menjadi langkah awal bagi mereka untuk menjalin kerja sama bilateral.
“Memang, amanat dan misi kami menghubungkan negara di Asia Tenggara termasuk ASEAN. Khusus untuk Riau, kami sudah pelajari bahwa ada konsep dari Pemprov Riau terkait penanganan karhutla seperti Green for Riau,” ujar Simon Tay.
Riau memiliki lebih dari 40 persen wilayah daratan berupa lahan gambut dengan luas hampir 5 juta hektar. Lahan gambut ini berfungsi sebagai penyerap karbon alami sekaligus mendukung keanekaragaman hayati yang menjadikan Riau terkenal di dunia.
Hutan Riau merupakan rumah bagi spesies ikonik yang sangat terancam punah seperti orangutan, harimau, dan gajah Sumatera. Melindungi habitat mereka sama pentingnya dengan pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab.
“Kami menyambut baik inisiatif itu dan kami hanya bisa menunggu undangan dari mereka. Perhatian SIIA kepada Pemprov Riau juga terlihat dari kerja sama yang dilakukan dengan perusahaan besar seperti RAPP dan April Group,” kata Asisten II Setdaprov Riau Helmi.
SIIA berharap kerja sama ini dapat menggaet investor baru dan membantu pemerintah Indonesia. Program berbasis lingkungan yang dijalankan Pemprov Riau dinilai cukup efektif dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla.
“Jadi, kajian-kajian ini penting untuk mengantisipasi kebakaran hutan terutama mitigasi bencana jangka panjang. Tujuannya untuk keberlangsungan atau pelestarian kehidupan masyarakat kita,” ujar Helmi.
Indonesia berada di garis depan perubahan iklim global sebagai salah satu negara dengan hutan terlebat di dunia. Riau menjadi bagian integral dari upaya negara mencapai netral karbon pada tahun 2060.
SIIA juga meminta Pemprov Riau terlibat langsung dalam sosialisasi karhutla kepada masyarakat Singapura. Langkah ini bertujuan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya mitigasi lingkungan di tengah isu perubahan iklim global.
Helmi menyebut, bahwa Simon Tay juga sempat menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan langkah awal membangun hubungan lebih erat. Pihaknya berharap dapat bekerja sama terutama untuk sosialisasi kepada masyarakat Singapura.
“Melalui kerja sama yang dijalin ke depan, sosialisasi dan edukasi terkait karhutla serta upaya Pemprov Riau diharapkan dapat membantu mengubah stigma masyarakat Singapura secara perlahan,” kata Helmi.









