• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 3, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Satelit Deteksi Gelombang Laut Raksasa 35 Meter di Samudra Pasifik

Satelit mendeteksi gelombang laut raksasa setinggi 35 meter di Samudra Pasifik pada Desember 2024, ungkap dinamika laut ekstrem.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
10 Februari 2026
Satelit Deteksi Gelombang Laut Raksasa 35 Meter di Samudra Pasifik

Foto ilustrasi gelombang laut.

255
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS — Para ilmuwan berhasil mendeteksi fenomena laut ekstrem yang sebelumnya hampir tidak pernah teramati secara langsung. Data satelit orbit Bumi mencatat adanya gelombang raksasa setinggi sekitar 35 meter di tengah Samudra Pasifik pada Desember 2024.

Gelombang ekstrem tersebut terdeteksi di wilayah antara Kepulauan Hawaii dan Kepulauan Aleutian, kawasan Pasifik Utara yang jauh dari jalur pelayaran padat maupun daratan. Lokasi yang terpencil membuat fenomena ini nyaris tak terlihat oleh manusia di laut maupun di darat.

Jika diukur secara vertikal dari dasar ke puncaknya, gelombang ini setara dengan bangunan setinggi 11 lantai. Para ilmuwan menyebut gelombang terbentuk akibat kombinasi badai besar, angin sangat kencang, dan akumulasi energi laut dalam skala masif.

Berdasarkan analisis, gelombang raksasa ini berkaitan dengan badai kuat yang melanda Pasifik Utara pada Desember 2024, yang dikenal sebagai Storm Eddie. Saat itu, tinggi gelombang rata-rata di kawasan tersebut mencapai hampir 20 meter, dengan puncak ekstrem mendekati 35 meter.

Para peneliti menilai temuan ini penting karena membuktikan bahwa fenomena yang dahulu hanya dianggap legenda pelaut kini dapat dipetakan secara ilmiah. Kemajuan teknologi pengamatan Bumi memungkinkan ilmuwan melihat dinamika laut terbuka yang sebelumnya sulit terdeteksi.

Pengamatan ini dimungkinkan berkat teknologi satelit canggih, termasuk misi Surface Water and Ocean Topography (SWOT) yang dikembangkan bersama oleh NASA dan mitra internasional. Satelit tersebut mampu memetakan variasi permukaan laut hingga ke wilayah samudra terpencil.

Melalui pengukuran dari luar angkasa, ilmuwan dapat mengamati perubahan permukaan laut secara detail, termasuk kemunculan gelombang ekstrem yang tidak berkaitan langsung dengan gempa bumi atau tsunami.

Para peneliti menegaskan, gelombang laut ekstrem di tengah samudra tetap menyimpan risiko tinggi. Fenomena ini berpotensi membahayakan pelayaran jarak jauh, operasi laut lepas, serta infrastruktur energi dan migas di tengah laut.

Gelombang raksasa semacam ini dapat muncul seperti “tembok air” secara tiba-tiba dan sulit diprediksi tanpa pemantauan satelit. Kondisi tersebut meningkatkan potensi kecelakaan kapal di laut terbuka.

Dengan pemantauan berbasis satelit, ilmuwan berharap dapat menyusun peta risiko laut terbuka secara lebih akurat. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat sistem peringatan dini, meningkatkan keselamatan pelayaran, serta memperbaiki prakiraan cuaca dan laut ekstrem di masa mendatang.***

Tags: lingkunganperubahan iklim
Share6Tweet4Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Rekor Suhu Laut dan Udara Global Pecah Bersamaan, Tembus 1,65 Derajat Celsius Tertinggi Sepanjang Sejarah
Internasional

Rekor Suhu Laut dan Udara Global Pecah Bersamaan, Tembus 1,65 Derajat Celsius-Tertinggi Sepanjang Sejarah

...

Read moreDetails
WALHI Kritik Perdagangan Karbon, Orang Kaya Bisa Bebas Emisi, Masyarakat Kecil Tak Dapat Apa-apa

WALHI Kritik Perdagangan Karbon, Orang Kaya Bisa Bebas Emisi, Masyarakat Kecil Tak Dapat Apa-apa

Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang

Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang

Bukan Hujan, Ini Penyebab Banjir Bandang Maut di Perbatasan Nepal-China

Bukan Hujan, Ini Penyebab Banjir Bandang Maut di Perbatasan Nepal-China

Jikalahari Kritik Kunjungan Perdana Prabowo ke Riau, Dinilai Cuma Pindah Lokasi Rapat

Jikalahari Kritik Kunjungan Perdana Prabowo ke Riau, Dinilai Cuma Pindah Lokasi Rapat

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

Next Post
Cek Harga Emas Antam Hari Ini 10 Februari 2026

Cek Harga Emas Antam Hari Ini 10 Februari 2026

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.