BERTUAHPOS — Pemprov Riau terus mengintensifkan upaya penambahan luas lahan pengganti untuk relokasi kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Langkah ini ditempuh guna memastikan proses relokasi berjalan adil, terukur, dan tidak menimbulkan persoalan sosial maupun ekologis baru di wilayah terdampak.
Pemprov Riau saat ini tengah melakukan pemetaan serta koordinasi lintas sektor dengan pemerintah kabupaten, kementerian terkait, dan instansi teknis guna mengidentifikasi lahan yang layak dijadikan pengganti. Penambahan luas lahan dinilai krusial agar relokasi masyarakat dari kawasan TNTN dapat dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
Selain aspek sosial, pemerintah juga menekankan pentingnya menjaga fungsi lingkungan hidup. Penambahan lahan pengganti relokasi TNTN diarahkan tidak hanya untuk pemukiman, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi masyarakat tanpa mengabaikan prinsip konservasi dan keberlanjutan kawasan hutan di Riau.
“Kami masih tengah mengupayakan segera mungkin agara masalah di TNTN itu selesai. Seluruh tim dan Pokja juga tengah bekerja. Memang ada sejumlah masyarakat yang sudah menyerahkan lahan mereka, dan ada juga yang belum. Segera lah akan kami tindaklanjuti,” kata Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, Senin, 26 Januari 2026, di Pekanbaru.
Dia menambahkan, saat ini sudah ada sekitar 15 kepala keluarga yang sudah menyerahkan lahan mereka di kawasan TNTN. Dari jumlah itu, kata SF Hariyanto, total luas lahan sekitar tujuh ribu hektare. Selain itu, ada pula masyarakat yang bersedia menumbangkan kebin sawit mereka sendiri.
“Polanya bermacam-macam, yang penting masalah ini segera selesai, yang jelas kami minta segera mungkin lah,” tambahnya.
Sedangkan untuk rencana relokasi, Plt Gubri menegaskan bahwa sudah disiapkan lahan seluas 360 hektar di dua daerah, yakni Kuantan Singingi dan Pelalawan. Namun, untuk lahan pengganti relokasi ini masih dalam proses.
“Kami juga sudah bersurat ke pusat agar untuk lahan pengganti ini ditambah. Ya, sesegera mungkin lah,” ujar SF Hariyanto.*** (Adv)









