• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Senin, Oktober 5, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Menteri LHK Beri Peringatan Keras ke Perusahaan Konsesi di Riau 

Ketentuan ini dapat dikenakan sanksi administrasi kepada perusahaan yang melanggarnya. Termasuk sanksi hukum.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
23 Juli 2025
Menteri LHK Beri Peringatan Keras ke Perusahaan Konsesi di Riau 

Lahan gambut | Foto: Ilustrasi.

122
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS — Perusahaan pengemang izin konsesi di Riau—sektor kehutanan dan perkebunan—diperingatkan untuk taat pada pada ketentuan permukaan air di area konsesi mereka, khususnya di lahan gambut.

Peringatan ini disampaikan oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq saat berada di Pekanbaru, Rabu, 23 Juli 2025.

Dia menyebut, aturan tentang permukaan air untuk menjaga lahan agar tetap basah untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan. 

“Ini adalah kewajiban perusahaan. Jika dilanggar, maka akan ada konsekuensi yang harus ditanggung,” katanya

Secara teknis kedalaman air di lahan gambut tidak boleh melebihi 40 sentimeter. Pihak perusahaan punya kewajiban untuk menjaga permukaan air agar tetap normal.

Ketentuan ini, kata dia, dapat dikenakan sanksi administrasi kepada perusahaan yang melanggarnya. Termasuk sanksi hukum.

Oleh sebab itu, dia menekankan kepada Pemda dan aparat penegak hukum agar dapat memastikan aturan itu ditegakkan.

Tingkat kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan ini sangat krusial, terutama di Riau sebagai daerah yang memiliki potensi kebakaran lahan tinggi.

Dia menyebut, selama ini pengelolaan lahan gambut di Riau seringkali bermasalah dan tidak sesuai standar. Upaya ini merupakan bagian dari strategi nasional dalam pencegahan karhutla.

Hanif menyoroti pentingnya Provinsi Riau dalam konteks pengendalian Karhutla nasional karena dari total 9 juta hektare luas daratan Riau, sekitar 4,9 juta hektare atau lebih dari separuhnya merupakan lahan gambut—jenis lahan yang sangat rawan terbakar.

“Ini lah yang membuat Riau menjadi wilayah kunci dalam strategi pengendalian kebakaran,” ujarnya.

Dari 13,4 juta hektare luas gambut nasional, sekitar separuhnya berada di Riau. Namun, dari luasan tersebut, hanya sekitar 2,5 juta hektare gambut yang masih tergolong alami. Selebihnya telah terdegradasi dan memerlukan perhatian khusus.

Selain itu, sekitar 4 juta hektare daratan Riau telah menjadi area perkebunan kelapa sawit—yang berdasarkan sifat ekologisnya tumbuhan ini membutuhkan kanal-kanal pengeringan air. Hal ini juga turut memperbesar potensi kebakaran hutan dan lahan di Riau.

“Ini menjadi tantangan serius. Meskipun beberapa wilayah masih diguyur hujan, air di kanal-kanal gambut yang surut memperbesar potensi kebakaran. Inilah yang menjadi perhatian serius BNPB, karena gambut yang mengering bisa memicu kebakaran besar meski curah hujan masih ada,” kata Hanif.***

Tags: bisnisKarhutlalingkunganriau
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Plt Gubernur Riau Minta ASN Bekerja Ekstra Tahun Ini “Jangan Ada yang Santai"
Regional

Riau Perluas Basis Penerimaan demi Optimalkan Pendapatan Daerah

...

Read moreDetails
Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat, AQI 179 Pagi Ini

Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat, AQI 179 Pagi Ini

Alquran Berornamen Tionghoa Simbol Pengikat Silaturrahmi PSMTI dan LAM Riau

Alquran Berornamen Tionghoa Simbol Pengikat Silaturrahmi PSMTI dan LAM Riau

Operasi Pemadaman Karhutla Riau Berlanjut, Sejumlah Titik Belum Padam

11.370 Warga Riau Terserang ISPA Akibat Kualitas Udara Tidak Sehat

21 Puskesmas Disiagakan Antisipasi Dampak Kualitas Udara Tidak Sehat di Pekanbaru

21 Puskesmas Disiagakan Antisipasi Dampak Kualitas Udara Tidak Sehat di Pekanbaru

Data Luasan Lahan Terbakar di Pekanbaru 2026

Data Luasan Lahan Terbakar di Pekanbaru 2026

Next Post
Suasana di daycare di Estate Pelalawan saat putra-putri para pekerja di area operasional fiber PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) bermain bersama.

Belajar, Bermain, dan Tumbuh Bersama: RAPP Hadir untuk Anak-Anak di Wilayah Operasional

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.