BERTUAHPOS — Perusahaan pengemang izin konsesi di Riau—sektor kehutanan dan perkebunan—diperingatkan untuk taat pada pada ketentuan permukaan air di area konsesi mereka, khususnya di lahan gambut.
Peringatan ini disampaikan oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq saat berada di Pekanbaru, Rabu, 23 Juli 2025.
Dia menyebut, aturan tentang permukaan air untuk menjaga lahan agar tetap basah untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan.
“Ini adalah kewajiban perusahaan. Jika dilanggar, maka akan ada konsekuensi yang harus ditanggung,” katanya
Secara teknis kedalaman air di lahan gambut tidak boleh melebihi 40 sentimeter. Pihak perusahaan punya kewajiban untuk menjaga permukaan air agar tetap normal.
Ketentuan ini, kata dia, dapat dikenakan sanksi administrasi kepada perusahaan yang melanggarnya. Termasuk sanksi hukum.
Oleh sebab itu, dia menekankan kepada Pemda dan aparat penegak hukum agar dapat memastikan aturan itu ditegakkan.
Tingkat kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan ini sangat krusial, terutama di Riau sebagai daerah yang memiliki potensi kebakaran lahan tinggi.
Dia menyebut, selama ini pengelolaan lahan gambut di Riau seringkali bermasalah dan tidak sesuai standar. Upaya ini merupakan bagian dari strategi nasional dalam pencegahan karhutla.
Hanif menyoroti pentingnya Provinsi Riau dalam konteks pengendalian Karhutla nasional karena dari total 9 juta hektare luas daratan Riau, sekitar 4,9 juta hektare atau lebih dari separuhnya merupakan lahan gambut—jenis lahan yang sangat rawan terbakar.
“Ini lah yang membuat Riau menjadi wilayah kunci dalam strategi pengendalian kebakaran,” ujarnya.
Dari 13,4 juta hektare luas gambut nasional, sekitar separuhnya berada di Riau. Namun, dari luasan tersebut, hanya sekitar 2,5 juta hektare gambut yang masih tergolong alami. Selebihnya telah terdegradasi dan memerlukan perhatian khusus.
Selain itu, sekitar 4 juta hektare daratan Riau telah menjadi area perkebunan kelapa sawit—yang berdasarkan sifat ekologisnya tumbuhan ini membutuhkan kanal-kanal pengeringan air. Hal ini juga turut memperbesar potensi kebakaran hutan dan lahan di Riau.
“Ini menjadi tantangan serius. Meskipun beberapa wilayah masih diguyur hujan, air di kanal-kanal gambut yang surut memperbesar potensi kebakaran. Inilah yang menjadi perhatian serius BNPB, karena gambut yang mengering bisa memicu kebakaran besar meski curah hujan masih ada,” kata Hanif.***









