• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Harga Kakao Semakin Tertekan Karena Perubahan Iklim

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
14 Februari 2025
Harga Kakao Semakin Tertekan Karena Perubahan Iklim

Harga Kakao Semakin Tertekan Karena Perubahan Iklim

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Climate Central mengeluarkan hasil riset terbaru mereka yang mengungkapkan bahwa perubahan iklim sangat berisiko terhadap produksi kakao. Khususnya di Afrika Barat. Negara ini menjadi pemasok sekitar 70% kakao di pasar global.

“Perubahan iklim, yang terutama dipicu oleh pemakaian bahan bakar fosil, telah meningkatkan intensitas suhu panas di empat negara Afrika Barat. Wilayah ini memasok sebagian besar kakao dunia,” tulis Climate Central, dikutip Jumat, 14 Februari 2025, sebagaimana dilansir dari Bloomberg.

Analisis terhadap suhu maksimum harian selama satu dekade terakhir menunjukkan bahwa perubahan iklim telah menyebabkan tambahan tiga minggu dengan suhu di atas 32°C setiap tahunnya. Kenaikan suhu ini terjadi selama musim panen kakao yang berlangsung dari Oktober hingga Maret di Pantai Gading dan Ghana.

Adapun pohon kakao, tumbuh optimal pada suhu 20-32°C. Suhu yang lebih tinggi berisiko menurunkan jumlah dan kualitas hasil panen. Kondisi ini dapat berujung pada kenaikan harga cokelat global dan berdampak terhadap perekonomian daerah penghasilnya.

Selain peningkatan suhu, perubahan iklim juga mengganggu pola curah hujan di wilayah produksi kakao. Hujan yang tidak merata dapat menyebabkan stres pada tanaman dan menghambat proses pembungaan, yang berujung pada penurunan hasil panen.

Sementara itu, curah hujan yang terlalu tinggi dalam waktu singkat dapat mengakibatkan genangan air di lahan kakao, sehingga menghambat penyerapan oksigen oleh akar tanaman. Hujan deras juga dapat menyebabkan kerontokan bunga, yang berdampak langsung pada jumlah produksi.

Harga kakao yang merupakan bahan baku utama pembuatan cokelat, masih bertahan di level tinggi setelah mengalami lonjakan hingga tiga kali lipat pada akhir 2024. Penurunan produksi dari pemasok utama menjadi faktor utama di balik kenaikan harga ini.

Harga kakao untuk kontrak Mei 2025 di Intercontinental Exchange (ICE) ditutup di angka US$10.538 per ton pada Kamis, 13 Februari 2025). Angka ini mengalami kenaikan 112,37% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu US$4.962 per ton. Bahkan, pada pertengahan Desember 2024, harga kakao sempat menyentuh rekor tertinggi di US$12.193 per ton.

Lonjakan harga kakao memberikan tekanan besar bagi industri cokelat global. Beberapa perusahaan besar seperti Mondelez International Inc. dan Hershey Co. telah menyuarakan kekhawatiran mereka terhadap kenaikan biaya produksi.

Di Amerika Utara, dampak lonjakan harga ini mulai terasa pada penjualan cokelat, yang untuk pertama kalinya mengalami penurunan sepanjang 2024. Kenaikan harga cokelat dan permen menjadi faktor utama melemahnya permintaan konsumen.***

Tags: lingkunganpertanian
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Ini Penjelasan Ahli Mengapa Karhutla di Lahan Gambut Sulit Dipadamkan
Berita Pilihan

Ini Penjelasan Ahli Mengapa Karhutla di Lahan Gambut Sulit Dipadamkan

...

Read moreDetails
Krisis Air Terparah, Sri Lanka Siapkan Rencana Olah Air Laut

Krisis Air Terparah, Sri Lanka Siapkan Rencana Olah Air Laut

Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang

Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang

Jikalahari Kritik Kunjungan Perdana Prabowo ke Riau, Dinilai Cuma Pindah Lokasi Rapat

Jikalahari Kritik Kunjungan Perdana Prabowo ke Riau, Dinilai Cuma Pindah Lokasi Rapat

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

Warga Dihimbau Tidak Terbangkan Drone Saat Heli Kopter Waterbombing Beroperasi

Warga Dihimbau Tidak Terbangkan Drone Saat Heli Kopter Waterbombing Beroperasi

Next Post
Kiri (Waketum) dan Tengah (Sekjend) HNSI menghadiri kegiatan Seminar Hilirasi Sektor Kelautan dan Perikanan, Jumat (14/02/25) di Grand Sahid Jakarta.

Masyarakat Perikanan Nusantara Gelar Seminar Hilirisasi Sektor Kelautan dan Perikanan, Dorong Kolaborasi dan Inovasi

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.