BERTUAHPOS.COM — Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau mengedukasi masyarakat tentang bahaya rabies yang masih mengintai hewan peliharaan.
Pemilik anjing dan kucing diimbau untuk lebih jeli mengenali perubahan karakter hewan rabies yang kerap sulit dibedakan dari penyakit biasa.
Menurut Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan drh Faralindasari, ciri-ciri fisik dari hewan yang mengidap rabies perlu diwaspadai.
“Ciri-ciri fisik ekor turun adalah ciri-ciri umum yang bisa kita lihat. Itu seperti penanda bahwa hewan peliharaan kita sedang sakit,” jelasnya di Pekanbaru, Senin, 29 Juni 2026.
“Tapi, gejala umum lainnya, hewan cenderung cenderung diam. Mungkin juga ada gejala lain, karakternya menggigit dan agresif, serta mengejar barang yang bergerak tanpa ada provokasi,” tambahnya.
Hewan dengan perilaku seperti itu, menurutnya, patut dicurigai terjangkit virus rabies. Namun masalahnya, karakter hewan rabies ternyata tidak selalu identik dengan sikap galak dan menyerang.
Fara mengungkapkan bahwa rabies memiliki 2 karakter yang bertolak belakang. “Ada yang agresif dan tidak agresif,” sambungnya.
Yang tidak agresif justru mencari tempat gelap dan lembab, gejalanya seperti hewan sakit biasa, “Namun ada saatnya dia akan menggigit,” tambahnya..
Fakta bahwa karakter hewan rabies bisa sangat tenang inilah yang sering mengecoh pemilik. Hewan yang tampak lesu dan bersembunyi belum tentu hanya sakit ringan.
Kesulitan identifikasi semakin bertambah karena karakter anjing dan kucing yang secara alami memang suka menggigit.
“Memang sulit dibedakan. Kuncinya, ketika menggigit sebaiknya segera dilaporkan ke fasilitas kesehatan terdekat,” tegasnya.
Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk tidak menyepelekan gigitan sekecil apa pun dari hewan peliharaan maupun liar. Penanganan medis yang cepat dapat mencegah virus rabies menyebar ke sistem saraf pusat.
Faralindasari menyebut, bahwa hewan yang dicurigai rabies sebaiknya diobservasi selama 10 hingga 14 hari.
Jika hewan tersebut mati dalam masa observasi, spesimen otaknya harus segera dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan.
Edukasi mengenai dua karakter hewan rabies ini diharapkan meningkatkan kewaspadaan masyarakat.
” Semakin cepat kasus gigitan dilaporkan, semakin besar peluang korban untuk mendapatkan penanganan yang menyelamatkan nyawa,” ujarnya.
Pemprov Riau akan menggelar vaksinasi gratis dalam rangka bulan rabies 2026. Kick Off Bulan Vaksinasi Rabies akan dimulai pada 2 Juli 2026 nanti. Para pecinta hewan bisa membawa hewan peliharaannya ke UPT LVKH di Jalan Hang Tuah, Pekanbaru.









