BERTUAHPOS.COM — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menguji klinis susu fermentasi jenis susu kambing pada 60 remaja putri di Gunungkidul untuk mencegah anemia. Produk probiotik itu dinilai mampu menjadi solusi pangan fungsional bergizi tinggi.
Menurut Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Peternakan BRIN Ahmad Sofyan, yoghurt susu kambing organik itu kaya protein berkualitas, probiotik, dan kalsium. Setiap botol 250 mililiter memenuhi sekitar 20 persen Angka Kecukupan Gizi protein harian.
Sebanyak 60 remaja putri berusia 10–18 tahun akan mengonsumsi susu fermentasi dua kali seminggu selama delapan pekan. “Sebelum intervensi, mereka menjalani pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar lengan atas, kadar hemoglobin, serta wawancara pola konsumsi pangan,” katanya.
Susu kambing yang digunakan berasal dari peternakan dengan pakan organik dan diolah menjadi susu fermentasi bersama mitra industri bersertifikat halal di Yogyakarta. Formulasi ini menjamin kandungan probiotik, prebiotik, vitamin, mineral, dan kalsium mudah diserap tubuh.
Lokasi riset di Padukuhan Bejiharjo, Karangmojo, dipilih karena masih menghadapi beban gizi ganda. Kepala UPT Puskesmas Karangmojo II Nurul Hayati Roisah menyebut prevalensi stunting di wilayah kerjanya mencapai 20,5 persen.
Di Kelurahan Bejiharjo, terdapat 110 anak dengan kondisi stunting atau sekitar 22 persen yang mayoritas juga mengalami anemia. Intervensi susu fermentasi dinilai strategis memutus rantai malanutrisi pada remaja putri.
Perwakilan IDI Cabang Gunungkidul Nuri Cahyawati menyoroti peran krusial mikrobioma usus dalam menjaga daya tahan tubuh. Sekitar 70 persen sistem imun manusia, jelasnya, berada di saluran pencernaan.
“Keseimbangan triliunan mikroorganisme di usus menjadi fondasi metabolisme, pembentukan imunitas, dan komunikasi otak-usus. Konsumsi susu fermentasi kaya probiotik dapat memperkuat ekosistem mikrobioma tersebut,” jelasnya.
BRIN menargetkan hasil riset sebagai bukti ilmiah untuk mendorong pengembangan pangan fungsional nasional. Data uji klinis ini diharapkan menjadi landasan kebijakan program pencegahan anemia dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Kami berharap riset ini menghasilkan bukti bahwa susu fermentasi efektif sebagai alternatif intervensi gizi bagi remaja putri,” ujar Ahmad Sofyan. “Hasilnya akan memperkuat program pemerintah dalam pencegahan anemia serta peningkatan kualitas SDM Indonesia.”









