Say No To “Judge People By Cover”

Kamis, 11 Februari 2016 18:29

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Memiliki sifat “judge people by cover” atau menghakimi seseorang sebaiknya dibuang jauh-jauh dari kehidupan kita. Walaupun ada arti yang positif seperti berita sebelumnya, namun tetap lebih banyak arti yang negatifnya.

“Kalau menuduh tanpa kebenaran sama dengan fitnah, sebelum fitnah tersebut biasanya terjadi karena hati dikuasai sirik, iri dan dengki, jadi jauhi lah sifat-sifat begitu begitu juga orangnya,” ungkap Mardhiyah selaku dosen Psikologi kepada kru Bertuahpos.com, Rabu (10/2/2016).

Namun, bagaiamana cara mengatasinya? Mardhiyah, selaku dosen Psikologi UIN Suska Riau akan memberikan beberapa cara yang mudah diterapkan agar terhindar dari sifat menghakimi tersebut.

“Jadi, apapun istilahnya, yang penting jauhi sifat-sifat yang dapat menimbulkan ke irian dan kedengkian di hati kita, semoga mendapatkan ketenangan jiwa, insya allah,” tambahnya.

Baca: Ternyata Ini yang Sudah Bisa Dilakukan Bayi Usia 1-2 Bulan

Cara lain, berhenti berfikiran negatif pada orang lain. Dan berhenti mencari tau kehidupan orang lain.

“Positif thingking ajalah, tidak usah berfikiran jelek kepada orang lain, mudah saja, asal mau. Dan tidak usah juga mencari tau tentang kehidupan orang lain,” tegasnya.

Dari sifat tersebut, kita tidak akan mendapatkan keuntungan apa- apa dari hal itu. Jika tetap keburukan itu pada seseorang, berdoalah bagi orang-orang yang memiliki sifat buruk tersebut agar Tuhan menyentuh hati mereka.

“Tidak ada untung nya juga kok kita bicarain dan asal menilai orang itu, berdoa sajalah kepada tuhan agar diketuk hati nya untuk melakukan hal yang lebih baik lagi, dan insya allah bakal dapat kebahagiaan hati,” tutupnya.

Intinya, sebaiknya kita dapat mengetahui perbuatan mana yang pantas dan tidak pantas untuk diperbuat dalam hidup. Berusaha untuk lebih menikmati hidup dengan tenang, tentram dan damai. Selalu berfikir positif sebelum kita memulai berfikir negatif terhadap orang lain. Itu jauh lebih mudah dan nikmat dijalani. (Dilla)