BERTUAHPOS — Rumah tangga yang awet dan harmonis menjadi impian banyak pasangan. Namun, menjaga keharmonisan tidak selalu mudah. Hal ini juga disadari oleh dr Aisah Dahlan, seorang dokter sekaligus konselor keluarga yang kerap memberikan tausiah dan seminar mengenai psikologi pernikahan.
Dalam berbagai kesempatan, dr Aisah menekankan pentingnya komunikasi yang sehat antara suami dan istri. Menurutnya, salah satu kunci utama rumah tangga yang langgeng adalah saling memahami kebutuhan pasangan. “Komunikasi bukan sekadar berbicara, tetapi mendengarkan dengan hati,” ujarnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya rasa syukur dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Pasangan yang mampu menghargai hal-hal kecil dari satu sama lain cenderung lebih mudah melewati berbagai ujian. “Rasa syukur membuat hati lebih lapang dan menghindarkan kita dari sikap saling menyalahkan,” tambahnya.
dr Aisah juga menyoroti peran agama dalam menjaga keharmonisan. Ia percaya, keluarga yang menempatkan Tuhan sebagai pusat kehidupan akan lebih kuat menghadapi masalah. “Ketika suami istri sama-sama mendekat kepada Allah, maka mereka akan dipersatukan dengan cara yang lebih indah,” katanya.
Faktor lain yang tidak kalah penting adalah menjaga kualitas waktu bersama. Meski sibuk bekerja, pasangan perlu meluangkan waktu untuk sekadar berbincang atau melakukan aktivitas bersama. “Kebersamaan itu menumbuhkan kedekatan emosional. Sesederhana makan malam bersama pun bisa jadi momen yang berharga,” jelas dr Aisah.
Ia juga mengingatkan, konflik dalam rumah tangga adalah hal yang wajar. Namun, cara menyelesaikannya yang membedakan pasangan harmonis dengan yang rapuh. “Jangan menunda penyelesaian masalah. Hadapi dengan tenang, hindari emosi, dan usahakan mencari solusi, bukan menang sendiri,” terangnya.
Menurutnya, peran saling menghargai dan memberi dukungan juga sangat berpengaruh. Suami yang menghargai istri, begitu pula sebaliknya, akan menciptakan iklim rumah tangga yang positif. “Dukungan kecil, seperti memuji atau mengucapkan terima kasih, bisa memperkuat ikatan batin,” kata dr Aisah.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental. Pasangan yang sehat secara lahir dan batin akan lebih siap menghadapi dinamika rumah tangga. “Kesehatan itu modal utama, jangan dianggap sepele,” ujarnya.
Dengan berbagai kiat tersebut, dr Aisah berharap pasangan suami istri bisa menjadikan rumah tangga bukan hanya tempat tinggal, melainkan juga tempat pulang yang penuh ketenangan. “Rumah tangga adalah sekolah kehidupan, di mana kita belajar mencintai, memaafkan, dan tumbuh bersama,” tutupnya.***




