BERTUAHPOS.COM — Museum Bank Indonesia selalu mencatatkan jumlah kunjungan yang signifikan hampir setiap akhir pekan. Ribuan orang datang ke sini untuk mengenal budaya dan sejarah tentang bank sentral Indonesia di masa lalu.
Di sini, para pengunjung dapat melihat berbagai koleksi mana uang, jauh sebelum kita mengenal jenis uang rupiah seperti saat ini.
Salah satu yang menarik, yakni ruang hijau. Dulu, rungan ini dipakai sebagai ruang rapat oleh para petinggi untuk merumuskan berbagai kebijakan ekonomi.
Di sini, foto para petinggi bank sentral itu juga dipajang. Mulai dari zaman pemerintahan Hinda Belanda, hingga sekarang. Wajah terakhir yang dipajang adalah foto Perry Warjiyo yang merupakan mantan Gubernur Bank Indonesia.
Salah satu koleksi museum yang juga acap menarik perhatian pengunjung adalah ruangan yang menyimpan replika emas batangan milik negara.
Di sini, pengunjung dapat melihat tumpukan emas batangan di dalam ruangan kaca dengan berat hingga ratusan kilogram.
“Kalau Sabtu dan Minggu itu jumlah kunjungannya bisa ribuan. Kalau hari biasa ada ratusan lah,” kata Edukator Museum Bank Indonesia, Paris, kepada awak media dari Riau saat melakukan kunjungan ke Museum Bank Indonesia, Kamis, 24 September 2026.
Ia menyebut bahwa pola kunjungannya beragam. Tergantung waktu. Di hari-hari libur panjang, jumlah kunjungan bahkan bisa jauh lebih banyak.
Selain pelajar dan masyarakat umum dari berbagai daerah, para turis dari berbagai negara juga acap menyisihkan waktu libur mereka untuk berkunjung ke Museum Bank Indonesia yang terletak di Jalan Pintu Besar Utara, Pinangsia, Kota Jakarta Barat itu.
Khusus bagi pelajar, akses masuk ke museum dibebaskan dari biaya. Bagi pengunjung dari kalangan umum, kunjungan dapat dilakukan secara langsung dengan tiket masuk Rp5.000.
Sementara kunjungan rombongan atau yang bersifat terjadwal perlu diajukan melalui surat resmi kepada pihak museum.
Skema kunjungan yang terbuka ini turut memudahkan masyarakat untuk mengakses museum kapan saja, khususnya saat akhir pekan saat waktu luang lebih banyak tersedia.
Tingginya animo masyarakat pada hari libur menunjukkan Museum Bank Indonesia kini tak lagi sebatas ruang edukasi formal bagi pelajar, melainkan juga berkembang menjadi destinasi wisata edukasi yang digemari publik.
“Museum Bank Indonesia kini sudah menjadi salah satu tujuan destinasi wisata edukasi masyarakat di Jakarta,” ujar Paris.



