• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 31, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Kuliah Tujuh Tahun Lebih Puas, Ini Pengakuannya

Tim Redaksi by Tim Redaksi
1 Juni 2015
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU– Pada Sabtu, tanggal 30 Mei 2015 lalu, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau mewisuda lebih kurang 900 orang wisudawan dari beragam jurusan.

Dalam momen seperti ini, lulus kuliah dengan Indek Prestasi Komulatif (IPK) tertinggi dan waktu studi cepat, tentu menjadi idaman semua mahasiswa. Namun kenyataan di lapangan, tidak sedikit yang justru menjadi angkatan ‘tua’, atau mereka yang menghabiskan masa kuliahnya di kampus selama 7 tahun (14 semester).

Bertuahpos.com berhasil merangkum pengalaman para mahasiswa ‘tua’ yang berjuang untuk bisa mengenakan toga di hari itu. Salah satunya Hasbil yang mengaku puas kuliah selama tujuh tahun.

“Kuliah 7 tahun memang lebih puas,” katanya.

Maksudnya puas adalah puas menunggu dosen. Hasbi punya pengalaman menarik di saat-saat mengerjakan skripsi. Pada suatu hari dia pernah menunggu dosen pembimbingnya lebih kurang selama sembilan jam. Dari pukul 08.00 pagi hingga pukul 05.00 sore. “Cuma untuk minta tandatangan. Itu pun hampir lupa,” kenangnya.

Pengalaman yang sama juga pernah dialami Randi, mahasiswa dari Unibersitas Islam Riau. setelah menunggu dosennya hampir lima jam, dosen pembimbing yang ditemui sudah mengunci pintu ruangan prodi. Saat menemui pembimbing tersebut, dan mengutarakan niatnya untuk bimbingan.

“Besok saja, saya mau pulang,” kata Randi menirukan ucapan dosen pembimbingnya.

Hal lain yang juga menambah kegalauan mahasiswa angkatan tua, adalah menjawab pertanyaan orangtua masing-masing. Biasanya itu dilakukan saat mereka berkomunikasi lewat telpon seluler.

“Bukan kabar yang ditanya duluan. Tapi kapan wisuda,” sambung Randi. Dulunya, Randi mengaku hampir setiap hari dia ditelpon orang tua, dengan pertanyaan yang sama.

Kepuasan lainnya adalah bertemu dengan dosen-dosen lama, yang mengira bahwa mereka sudah lama menyelesaikan kuliahnya. Bagi Randi hal ini menjadi momok tersendiri, dan biasanya bingung dalam bersikap. “Solusinya ketawa-ketawa saja,” sambungnya.

Dan kadang yang lebih menjengkelkan, mereka juga puas ditanya adik tingkat. Pengalaman ini sering dialami Dian, seorang mahasiswa UIN Suska Riau. Saat dia kekampus untuk bimbingan, tidak jarang dia bertemu dengan adik-adik tingkat yang mengenalinya.

Dilansir dari laman JPNN, waktu kuliah untuk mahasiswa sebenarnya sudah diatur oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kemendikbud. Yakni dengan menerapkan sebuah kebijakan baru tentang rentang waktu lama kuliah bagi mahasiswa S1/D-IV,  yaitu hanya selama 4 – 5 tahun saja.

Aturan baru tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri Pedidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 49/2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT).

Dengan adanya peraturan ini maka beban belajar bagi para mahasiswa yang menempuh pendidikan S1/D-IV adalah sebanyak 144 SKS ( Satuan Kredit Semester ). Jumlah SKS tersebut harus diselesaikan dalam rentang waktu sekitar 4 – 5 tahun atau 8 – 10 semester. Aturan ini sendiri akan mulai diberlakukan bagi para mahasiswa baru angkatan 2014.

Pada aturan sebelumya, mahasiwa S1 atau sederajat diberikan waktu maksimal untuk menyelesaikan studinya selama tujuh tahun atau 14 semester. Barulah jika sampai 14 semester tidak lulus juga mahasiswa tersebut akan terancam dipecat atau DO (Drop Out). (melba)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

J&T Cargo Perketat Pengiriman Paket Jelang Lonjakan Akhir Tahun
Ekonomi

J&T Cargo Perketat Pengiriman Paket Jelang Lonjakan Akhir Tahun

...

Read moreDetails
Sektor Ritel Berpeluang Jadi Tameng di Pasar Modal

Sektor Ritel Berpeluang Jadi Tameng di Pasar Modal

Nokia 2360 Flip dengan Pasar Terbatas, Cocok untuk Siapa?

Nokia 2360 Flip dengan Pasar Terbatas, Cocok untuk Siapa?

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman

Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

Next Post

Jelang Puasa, Harga Sembako di Payakumbuh Relatif Stabil

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.