Kuliah Sambil Kerja, Ini Cara Atur Keuangannya

Sabtu, 23 Agustus 2014 08:30

BERTUAHPOS.COM, Saya baru lulus SMA dan bekerja sebagai staf admin di salah satu perusahaan perdagangan, jarak kantor ke rumah saya bisa ditempuh dengan jalan kaki selama kurang dari 30 menit.

Saya ingin kuliah, saya mengambil kampus dengan harga Rp1.300.000 per bulan sementara gaji saya hanya Rp1.800.000. Tapi orangtua saya masih membantu biaya kuliah Rp800.000 dan sisanya saya yang tanggung, dan saya juga ingin menabung, bagaimana saya harus mengatur keuangan saya. 

Terima kasih

Dewi Tamala

Baca: Punya 11 Perusahaan dan Pesantren, Ini Alasan Sang Istri yang Mengantar Suaminya Nikah Lagi

Jawab :

Dear mba Dewi,
Betapa beruntungnya mba Dewi bisa cepat mendapat kerja setelah lulus SMA dan senang mengetahui bahwa semangat mbak Dewi untuk terus meningkatkan diri tetap terjaga.  Mengamati pemaparan yang diberikan, berarti mba Dewi tiap bulannya memiliki pendapatan sebesar Rp2,6 juta.

Adapun penghitungan pengaturan keuangan yang ideal adalah menggunakan cara sebagai berikut :
 10 % : Ditabung / investasi
10 % : Pendidikan diri sendiri
10 % : Dana Darurat
10 % : Rekreasi
10 % : Sedekah / amal
50 % : Kebutuhan pribadi yang bersifat konsumtif 

Tabungan ataupun investasi tersebut kita sisihkan dari awal ketika menerima penghasilan. Sekali lagi, jangan lihat dari besarnya nilai yang kita sisihkan, tapi ketika kita bisa melakukannya secara kontinu, lambat laun tentu akan semakin besar nilainya. Uang yang kita kumpulkan tersebut bisa dialokasikan dalam bentuk tabungan, cicilan logam mulia, ataupun reksa dana.

Pendidikan diri sendiri adalah dana tersebut kita gunakan sebagai modal untuk meningkatkan ilmu kita. Dengan kondisi Mba Dewi yang masih kuliah seperti saat ini, berarti dana tersebut akan lebih banyak diperuntukkan untuk membeli buku, fotokopi materi, print makalah dll.
Dana darurat idealnya kita kumpulkan sebanyak 3-6 kali pengeluaran bulanan kita. Tujuannya untuk membiayai keadaan-keadaan darurat seperti sakit, kecelakaan dll.

Kebutuhan pribadi yang bersifat konsumtif adalah kebutuhan kita sehari-hari seperti makan, membeli baju, ongkos transport ke tempat kerja/ kuliah, cicilan utang misal ada, dll. Dengan asumsi mbak Dewi masih tinggal dengan orangtua, berarti belum perlu mengalokasikan dana untuk tempat tinggal.

Perhitungan di atas adalah angka idealnya, dan kunci untuk bisa mengelola keuangan kita dengan baik adalah komitmen serta disiplin diri dalam menjalankan apa yang sudah kita niatkan.(Okezone)