BERTUAHPOS.COM — Semangat para peserta Audisi Umum PB Djarum 2026 di GOR Djarum, Jati, Kudus, datang dari berbagai penjuru Indonesia. Sebanyak 1.601 pebulutangkis muda berjuang demi meraih Super Tiket dan Djarum Beasiswa Bulutangkis.
Salah satunya Austin Christian, peserta asal Pekanbaru yang sudah dua kali mengikuti seleksi. Sebelumnya ia mencoba di Audisi Pekanbaru, kini kembali berjuang di Kudus.
“Saya ingin masuk PB Djarum yang menjadi salah satu klub besar di Indonesia. Saya akan terus berlatih, pantang menyerah untuk terus mengasah kemampuan, menambah pengalaman bertanding karena aku ingin menjadi juara dunia,” kata Austin.
Ayah Austin, Bambang Suri Widodo, rela menempuh perjalanan panjang demi mendukung sang anak. Ia meyakini proses ini menjadi bekal berharga untuk karier Austin ke depan.
“Saya melihat semangat Austin yang luar biasa untuk gigih mengejar mimpinya menjadi pebulutangkis. Saya selalu berpesan, jangan pikirkan menangnya dulu tapi bagaimana bisa tenang di lapangan,” ujar Bambang.
Perjalanan jauh juga ditempuh Siti Athiyyah Salsabila dari Mimika, Timika, Papua Tengah. Bersama sang ayah, Hasan Samiun, mereka sengaja tiba di Kudus dua minggu lebih awal untuk adaptasi.
“Kami berprinsip datang ke Kudus tidak bisa setengah-setengah. Mental, ketahanan dan teknik bermain harus benar-benar dipersiapkan,” tutur Hasan.
Siti Athiyyah lolos di babak screening dan mengikuti seleksi KU-11. Ia mengaku senang bisa bertanding melawan lawan dari berbagai daerah.
“Seru sekali, mengikuti Audisi Umum PB Djarum berhadapan dengan lawan dari berbagai daerah. Tapi aku tak gentar dan ingin terus bertanding. Aku akan berlatih keras untuk bisa jadi penerus prestasi Susi Susanti,” ucap Siti.
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, menyampaikan bahwa pelaksanaan audisi bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional. Momentum itu diharapkan dapat memperkokoh ekosistem dan pembinaan bulutangkis Indonesia.
“Bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional, kami ingin terus mengambil peran dalam mendukung kemajuan olahraga Indonesia melalui pembinaan atlet sejak usia dini. Audisi Umum PB Djarum menjadi salah satu langkah untuk menemukan talenta-talenta muda potensial dari berbagai daerah,” ujar Yoppy.
Ia menekankan pentingnya regenerasi agar bulutangkis Indonesia tetap berprestasi di masa depan. Menurutnya, prestasi tidak bisa diraih instan, melainkan melalui proses panjang dan motivasi tinggi.
Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum, Sigit Budiarto, mengakui jumlah peserta di Kudus meningkat dibanding dua kota sebelumnya. Hal itu menjadi tantangan sekaligus peluang dalam menyaring bibit-bibit potensial.
“Dengan jumlah peserta yang lebih banyak di Audisi Umum PB Djarum 2026 Kudus, diharapkan akan lebih beragam bibit-bibit potensial yang bisa kami amati. Tetapi ini juga akan menjadi tantangan bagi kami karena harus benar-benar mendapatkan bakat super yang akan masuk ke fase karantina,” kata peraih gelar Juara Dunia 1997 itu.
Sigit menjelaskan, proses seleksi berlangsung komprehensif. Aspek yang diamati meliputi footwork, kualitas teknik, cara memegang raket, stroke, smash, hingga postur tubuh.
“Kami akan mengamati cara mereka menguasai lapangan dengan footwork yang dimiliki, kemudian kualitas tekniknya apakah sudah baik seperti cara memegang raket, stroke, footwork, hingga smash. Kemudian juga faktor postur,” lanjutnya.
Koordinator Pelatih Tunggal Putra PB Djarum, Fung Permadi, menambahkan bahwa PB Djarum menetapkan standar tinggi. Selain teknik dasar, faktor non-teknis seperti mental juga menjadi pertimbangan penting.
“Selain teknik dasar bermain bulutangkis yang baik, kami juga melihat juga postur. Walaupun agak sulit memprediksi, tetapi kita punya beberapa patokan yang mungkin bisa kita pakai,” ujar Fung.
Sementara itu, Koordinator Pelatih Tunggal Putri, Hendrawan, menyoroti tantangan di sektor putri yang masih minim kuantitas. Penjaringan bibit putri harus melalui proses panjang dan evaluasi mendalam.
“Kita tahu sektor putri masih harus dimaksimalkan baik dari sisi kuantitas maupun kualitas karena ada beberapa faktor yang mempengaruhi performa mereka. Kami akan melihat secara detail untuk mencari bibit pebulutangkis putri yang sesuai dengan kriteria,” ucap Hendrawan.
Salah satu legenda PB Djarum, Kevin Sanjaya, turut hadir sebagai anggota Tim Pencari Bakat. Ia berbagi pengalaman saat mengikuti audisi pada 2006 lalu di GOR Jati.
“Hadir di GOR Jati membuat saya bernostalgia semasa pertama kali mengikuti Audisi Umum PB Djarum di tahun 2006 lalu. Menurut saya, mentalitas bertanding dan siap akan hasil apapun di lapangan menjadi poin penting untuk menjadi pebulutangkis handal,” ungkap Kevin.
Rangkaian audisi dimulai dengan fase screening pada Rabu (9/9/2026) dan Kamis (10/9/2026). Peserta menjalani laga satu gim berdurasi 21 poin tanpa sistem deuce atau setting.
Selanjutnya, fase turnamen berlangsung pada Jumat (11/9/2026) hingga Minggu (13/9/2026). Super Tiket akan diberikan kepada peserta putra yang menembus semifinal dan putri yang mencapai final.
Selain jalur kemenangan, ada pula Super Tiket Pilihan Tim Pencari Bakat bagi peserta dengan potensi menjanjikan. Setelah meraih Super Tiket, peserta menjalani karantina empat minggu di asrama PB Djarum sebelum ditetapkan sebagai atlet binaan.***









