• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Diagnosa Penyakit dengan AI Picu Pro-Kontra

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
13 Juni 2024
diagnosa penyakit dengan AI

Diagnosa Penyakit dengan AI Picu Pro-Kontra

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM – Semakin banyak orang menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengetahui penyebab penyakit atau mendiagnosis diri sendiri. Namun, meskipun AI memiliki potensi besar dalam bidang kesehatan, terdapat berbagai tantangan dan risiko yang perlu diperhatikan, sehingga membuat hal ini memicu pro-kontra.

Menurut laporan Channel News Asia (CNA), fitur baru Google yang bernama AI Overviews telah menunjukkan berbagai ketidakakuratan dan jawaban aneh pada berbagai topik. Para ahli mengingatkan bahwa ketika AI digunakan untuk menjawab pertanyaan kesehatan, taruhannya sangat tinggi.

Dicky Budiman, seorang pakar kesehatan dan epidemiolog, menilai bahwa perkembangan teknologi di dunia kesehatan tidak bisa dihindari, namun AI tidak bisa menggantikan peran manusia sepenuhnya.

“AI bisa memperkuat kepintaran manusia, namun tidak menggantikan. Posisi manusia tetap tidak bisa diganti secara emosional dan analisa komprehensif yang tidak bisa diberikan oleh komputer atau AI,” ujarnya.

Dicky juga menekankan pentingnya literasi masyarakat dalam menggunakan AI untuk kesehatan. Ia menyatakan bahwa AI bisa memudahkan pekerjaan jika digunakan sebagai alat untuk mendapatkan informasi awal tentang kesehatan, tetapi tidak untuk menggantikan diagnosis komprehensif dari dokter.

“Pemeriksaan penyakit bukan hanya bicara tentang yang dirasakan, tetapi perlu ada pemeriksaan fisik dan mental yang ditunjang dengan laboratorium,” tambahnya.

Dicky mengimbau pemerintah untuk meningkatkan literasi masyarakat terkait penggunaan AI dalam kesehatan. “Walaupun secara teoritis AI mungkin bisa memberikan jawaban yang benar, dalam praktiknya di dunia nyata akan berbeda,” katanya.

Bagaimana Respon Kementerian Kesehatan?

Dalam sebuah diskusi dengan Google di awal Juni 2024, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa AI sangat membantu dan akan membawa perubahan signifikan bagi peningkatan pelayanan kesehatan di Indonesia.

“Saya percaya bahwa teknologi terus berkembang, yang pada akhirnya juga akan mengubah humanitas,” ujarnya dalam acara “Google AI untuk Indonesia Emas” di Jakarta, dilansir dari Bloomberg Technoz, Kamis, 13 Juni 2024.

Menkes menjelaskan bahwa penggunaan teknologi AI di bidang kesehatan akan memberikan dukungan yang lebih akurat. 

Mengingat kompleksitas tubuh manusia dengan lebih dari 30 juta gen, 87 miliar neuron, 300 triliun sel, dan 37 triliun microbiome yang saling terhubung, metode empirik tradisional tidak lagi memadai. “AI harus digunakan secara maksimal untuk memahami sistem tubuh secara ilmiah,” katanya.

Teknologi dalam kesehatan telah berkembang pesat, dari elektrokardiografi hingga CT Scan, dan kini pemeriksaan gen untuk mendeteksi mutasi yang dapat menyebabkan penyakit jantung. “Teknologi AI akan mengubah sektor kesehatan secara besar-besaran,” tutup Menkes.***

Tags: AIArtikel Kesehatan
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Percaya pada AI Boleh, Menyerahkan Pilihan? Jangan
Opini

Percaya pada AI Boleh, Menyerahkan Pilihan? Jangan

...

Read moreDetails
Resmi Hadir di GIIAS 2026, Intip Spesifikasi Omoda O4 EV Desain Cyber Mecha dan Dukungan AI

Resmi Hadir di GIIAS 2026, Intip Spesifikasi Omoda O4 EV Desain Cyber Mecha dan Dukungan AI

Samsung Gandeng OpenAI untuk ChatGPT Enterprise

Samsung Gandeng OpenAI untuk ChatGPT Enterprise

Kebanyakan Minum Soda saat Lebaran, Ini Dampak Buruk Bagi Kesehatan

Kebanyakan Minum Soda saat Lebaran, Ini Dampak Buruk Bagi Kesehatan

Penyakit Campak 18 Kali Lebih Menular Dibanding COVID-19

Penyakit Campak 18 Kali Lebih Menular Dibanding COVID-19

Wajarkah Anak Demam Setelah Imunisasi? — Penjelasan Prof Amin, Ahli Vaksin

Wajarkah Anak Demam Setelah Imunisasi? — Penjelasan Prof Amin, Ahli Vaksin

Next Post
dividen saham IHSG Melemah di Pembukaan, Lima Saham Top Gainers Melonjak Hingga 24%

Musim Emiten Bagi-bagi Deviden Belum Berakhir, Cek 5 Perusahaan Ini Siapa Tahu Kamu Punya Saham di Sana

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.