• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

BPOM Sahkan Lansia Bisa Divaksinasi

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
7 Februari 2021
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI secara resmi, masyarakat usia lanjut khususnya 60 tahun ke atas sudah bisa divaksinasi dengan Vaksin Sinovac.

Hal ini merujuk pada surat yang dilekeluarkan oleh BPOM, disebutkan bahwa BPOM menyetujui vaksin corona atau Covid-19 buatan perusahaan farmasi China, Sinovac Life Sciences Co Ltd. untuk diberikan kepada lansia usia di atas 60 tahun.

Berdasarkan surat BPOM tertanggal 5 Februari 2021 yang dimiliki KONTAN itu, dalam Surat bernomor: T-RG.01.03.32.322.02.21.00605/NE, Kepala BPOM Penny K Lukito dalam surat yang ditujukan kepada PT Bio Farma (Persero) itu memberikan persetujuan vaksin corona  atau Covid-19 Sinovac bisa diberikan kepada lansia dengan pertimbangan kondisi emergency pandemi Covid-19.

Surat ini adalah jawaban atas surat PT Bio Farma yang meminta izin penambahan indikasi untuk populasi lansia (60 tahun ke atas)  atas vaksin corona Sinovac dengan interval penyuntikan 0 dan 28 hari.

Bio Farma juga meminta penambahan alternatif interval penyuntikan 0 dan 28 hari untuk populasi dewasa dengan usia 18 tahun-59 tahun.

Adapun jawaban BPOM dalam surat itu memberikan persetujuan atas permohonan Bio Farma itu dengan pertimbangan sebagai berikut bahwa dengan terbatasnya bukti kemanfaatan dan keamanan vaksin tersebut untuk pencegahan Covid-19, maka BPOM memberikan persetujuan penambahan indikasi dan posologi vaksin CoronaVac untuk penggunaan emergency terbatas pada kondisi wabah pandemi dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Melakukan studi klinik pascapersetujuan untuk memastikan efektivitas vaksin CoronaVac untuk pencegahan Covid-19
  • BPOM berhak meninjau/mengevaluasi kembali aspek khasiat dan keamanan vaksin apabila ditemukan bukti baru terkait khasiat dan keamanan.
  • Wajib melakukan pemantauan farmakovigilans dan pelaporan efek samping obat ke BPOM.

“Persetujuan ini diberikan sesuai dengan informasi atas informasi produk sesuai fact sheet health care dan informasi produk pada pasien yang merupakan lampiran surat ini,” tegas Penny dalam suratnya. 

BPOM juga menegaskan bahwa registrasi vaksin corona sinovac ini harus dilakukan paling lambat 1 bulan pasca surat ini keluar.

BPOM juga mewajibakan Bio Farma jumlah, nomor bets, dan tanggal kedaluarsa bets yang diedarkan sebelum vaksin corona itu keluar.

Jika merujuk Informasi Produk untuk Peserta Vaksinasi Menggunakan Vaksin CoronaVac untuk pencegahan corona atau Covid-19 pada Dewasa Usia 18 tahun atau Lebih, bahwa lansia usia 60 tahun atau lebih, vaksin corona  bikinan Sinovac ini akan disuntikkan ke dalam otot (intramuscular) sebanyak 0,5 mL dalam dua dosis dengan selang waktu 28 hari.

Sementara itu, pada dewasa usia 18 – 59 tahun, vaksin corona Sinovac  ini akan disuntikkan ke dalam otot (intramuskular) sebanyak 0,5 mL dalam dua dosis dengan selang waktu 14 hari (untuk vaksinasi pada situasi emergensi pandemi) atau selang waktu 28 hari (untuk vaksinasi rutin).

Atas beredarnya surat Penny, KONTAN sudah menghubungi BPOM, Bio Farma dan Satgas Covid-19, namun sampai tulisan ini tayang, pesan pendek KONTAN dan telepon  belum dibalas. (bpc2)

Tags: naksin sinovacusia 60 tahunusia lanjutvaksin usia lanjutvaksinasi
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

sulit vaksinasi, gagal ginjal akut pada anak
Regional

Masyarakat di Riau Sulit Dapatkan Vaksin Covid-19, Apa Masalahnya?

...

Read moreDetails
Target vaksinasi riau, vaksin booster

Kasus Covid-19 di Riau Didominasi Mereka yang Belum Booster

percepatan vaksinasi booster, vaksin 24 jam, puncak kasus subvarin omicron, capaian vaksinasi booster riau

Capaian Vaksinasi Booster di Riau Masih 20%, Puskesmas & RS Wajib Suntik Setiap Hari

vaksinasi lansia

Berkunjung ke Riau, Mendagri Desak Percepatan Vaksinasi Lansia

vaksinasi covid salo, kampar

2 Hari Kebut Vaksinasi di Kampar, Capaian Masih 68%

vaksinasi covid salo, kampar

Capaian Vaksinasi Covid-19 Baru 59%, Masih Ada 8.000 Lebih Warga Salo Belum Divaksin

Next Post

Rp287 Miliar Hanya untuk Studi dan Rekom Kebijakan, ESDM Dikritik Dewan

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.