• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Catatan Sejarah 16 Desember, Soe Hok Gie: Mari Sini Sayangku!

Tim Redaksi by Tim Redaksi
16 Desember 2018
Share on FacebookShare on Twitter
“Mari Sini Sayangku
….
….
 
Kita tak pernah menanam apa-apa
Kita tak pernah kehilangan apa-apa”
 
 
BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Saat itu, adalah pertama kalinya bagi Mahasiswa Pecinta Alam dari Universitas Indonesia mendaki gunung tertinggi di Pulau Jawa, Gunung Semeru.
 
Saat itu, Soe Hok Gie masih sempat bercanda dengan rekan seperjuangannya, Rudy Hutapea.
 
“Gie (panggilan Soe Hok Gie) bilang, /gue titip janda-janda gue di Jakarta ya/ kata dia. Padahal, Gie itu orang yang tak berani pada cewek. Namun, itulah candaannya,” kenang salah satu rekan Gie, Rudy Badil.
 
Tak disangka, itulah candaan terakhir Gie soal jandanya. Karena, saat mendaki Semeru, Gie menghirup gas beracun dan meninggal dunia pada 16 Desember 1969.
 
Saat itu, Gie memimpin teman-temannya sedang bergerak ke puncak. Namun, cuaca sangat berkabut, dan gas beracun tercium menyesakkan dada.
 
“Kami segera memutuskan turun, namun Gie tiba-tiba kejang dan tak bergerak. Dia meninggal dunia,” tambah Rudy.
 
Gie sendiri sampai saat ini masih diakui sebagai legenda aktivis di Indonesia. Gie sangat menentang politik, yang menganggapnya kotor layaknya lumpur. Gie juga tak segan mengkritik Presiden Soekarno.
 
Semasa hidupnya, Gie telah menulis sejumlah puisi, yang diantaranya berjudul “Mari Sini, Sayangku”. Sampai saat ini, puisi-puisi Gie masih terus dibaca dan diakui sebagai puisinya Mahasiswa Pecinta Alam. (bpc2)
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Soal Perkara Suhardiman Amby, KPK Pastikan Sudah di Tahap Penuntutan
Hukum Kriminal

Soal Perkara Suhardiman Amby, KPK Pastikan Sudah di Tahap Penuntutan

...

Read moreDetails
Segera Disidangkan, Kasus Dugaan Suap Suhardiman Amby Masuk Tahap II

Segera Disidangkan, Kasus Dugaan Suap Suhardiman Amby Masuk Tahap II

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

Next Post

Foto: Koleksi "Green Riau" Dalam Lensa Terpajang di Lobi Menara Lancang Kuning, Berikut Penampakannya

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.