• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 9, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Bukan Cuma Bikin Lapar, Ini Alasan Tayangan Kuliner Kini Jadi Penentu Tren Makanan Dunia

Bukan sekadar bikin lapar! Simak bagaimana serial, drama, dan kompetisi kuliner di Netflix sukses mengubah tren wisata hingga dongkrak omzet restoran.

Tim Redaksi by Tim Redaksi
5 Juni 2026
Bukan Cuma Bikin Lapar, Ini Alasan Tayangan Kuliner Kini Jadi Penentu Tren Makanan Dunia

Bukan Cuma Bikin Lapar, Ini Alasan Tayangan Kuliner Kini Jadi Penentu Tren Makanan Dunia

148
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM – Menonton acara memasak di era digital tidak lagi sekadar menjadi sarana hiburan pengisi waktu luang atau ruang mencari ide resep masakan rumah. Saat ini, berbagai dokumenter makanan, kompetisi memasak, hingga serial drama kuliner telah bertransformasi menjadi magnet kuat yang memengaruhi keputusan pemirsa dalam memilih tempat makan, mengeksplorasi tradisi baru, hingga menentukan arah destinasi liburan mereka berikutnya.

Fenomena pergeseran fungsi ini dibuktikan dengan meroketnya popularitas konten-konten bertema gastronomi global. Kuliner yang dahulunya hanya berperan sebagai latar belakang atau pemanis visual dalam sebuah cerita, kini justru menduduki panggung utama sebagai media komunikasi yang menghubungkan emosi penonton dengan identitas serta warisan budaya suatu daerah.

Lonjakan Omzet dan Antrean Restoran Akibat Efek Viral Kompetisi Memasak

Salah satu bukti paling nyata dari besarnya dampak industri hiburan terhadap realitas bisnis kuliner tercermin lewat ajang kompetisi memasak asal Korea Selatan, “Culinary Class Wars“. Acara ini tidak hanya sukses menyita perhatian pemirsa internasional, melainkan langsung memberikan dampak instan pada ekosistem bisnis makanan di dunia nyata.

Menurut statistik dari platform reservasi restoran Catchtable, tempat makan milik para juru masak yang berkompetisi di acara tersebut mencatat lonjakan pemesanan rata-rata hingga 148% pada penayangan musim pertama. Angka tersebut semakin menggila pada musim kedua, di mana jumlah daftar tunggu dan reservasi melesat hingga 303% hanya dalam kurun waktu lima minggu pasca-rilis perdana jika dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Data ini mengonfirmasi bahwa tayangan layar kaca memiliki kekuatan luar biasa dalam mengonversi rasa penasaran penonton menjadi tindakan ekonomi yang menguntungkan para pelaku industri F&B (Food and Beverage).

Drama dan Serial: Jembatan Diplomasi Budaya Lewat Makanan

Daya pikat ini tidak terbatas pada acara kompetisi saja, melainkan juga merambah ke ranah drama fiksi. Sebagai contoh, serial Korea “Bon Appétit, Your Majesty” berhasil mempertahankan posisinya selama 10 minggu berturut-turut dalam jajaran Global Top 10 Netflix untuk kategori acara non-Inggris dan menembus daftar terpopuler di 79 negara. Jejak sukses ini diikuti oleh “Tastefully Yours” yang berhasil merajai peringkat pertama Netflix di 23 negara berbeda.

Keberhasilan masif ini menunjukkan bahwa kuliner adalah instrumen narasi yang sangat efektif. Melalui visualisasi makanan, pemirsa diajak masuk untuk menyelami adat istiadat, tata cara makan, dan nilai-nilai kultural dari belahan dunia lain tanpa merasa sedang digurui.

Kebangkitan Kuliner Nusantara di Panggung Internasional

Indonesia pun tidak luput dari tren positif ini. Kekayaan cita rasa lokal kian dikenal luas berkat adaptasi platform digital, salah satunya melalui serial dokumenter “Street Food: Asia”. Episode yang menyoroti kuliner legendaris Yogyakarta—seperti Lupis Mbah Satinem, Gudeg Mbah Lindu, hingga Mie Lethek Cap Garuda—berhasil memperkenalkan eksotisme jajanan pasar tradisional ke mata dunia sekaligus memperkuat posisi kota tersebut sebagai pusat wisata kuliner internasional.

Tidak mau kalah, sineas dalam negeri juga mulai gencar menyisipkan elemen kuliner ke dalam karya lokal mereka. Serial “Luka Makan Cinta” yang mengambil latar keindahan Pulau Bali secara apik menampilkan ragam hidangan autentik nusantara seperti lontong balap, lobster sambal matah, hingga es pisang ijo dalam balutan presentasi yang lebih modern.

Hasilnya pun sangat membanggakan. Serial ini berhasil menembus daftar Global Top 10 Netflix non-Inggris dengan catatan lebih dari 2,4 juta penayangan, sukses masuk peringkat 10 besar di 30 negara, serta bertahan selama lima minggu berturut-turut di pasar domestik Indonesia.

Ikatan Emosional di Balik Sepiring Hidangan

Menurut koki profesional sekaligus juara MasterChef Indonesia Season 8, Jesselyn Lauwreen, kunci utama dari daya tarik konten kuliner modern saat ini terletak pada kedalaman narasi manusiawi yang disajikan bersama makanan tersebut.

Acara kuliner masa kini telah berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih personal dan menyentuh sisi emosional pemirsa. Penonton tidak hanya melihat produk akhir di atas piring, melainkan ikut merasakan hasrat, perjuangan, tekanan tinggi di balik dapur, kerja sama tim, hingga kerja keras para koki yang selama ini tidak pernah tampak dari sudut pandang konsumen di meja makan.

Gaya penceritaan yang humanis inilah yang membuat tayangan kuliner terasa begitu dekat di hati penonton. Pada akhirnya, makanan berfungsi sebagai gerbang utama untuk mengeksplorasi budaya baru, memahami perjalanan hidup seseorang, dan memberikan pengalaman rasa yang jauh lebih mendalam.

Share4Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Gerakan Indonesia Asri Menggema di Taman Jalur Kuansing, Gerindra Turun Bersihkan Sampah dan Tanam Bibit
Berita Kuansing

Gerakan Indonesia Asri Menggema di Taman Jalur Kuansing, Gerindra Turun Bersihkan Sampah dan Tanam Bibit

...

Read moreDetails
Seru! Guru dan Pegawai di Hulu Kuantan Adu Kekompakan, Lomba Tradisional Meriahkan HUT Kuansing ke-27

Seru! Guru dan Pegawai di Hulu Kuantan Adu Kekompakan, Lomba Tradisional Meriahkan HUT Kuansing ke-27

Dedikasi Berbuah Pangkat, AKP Syarif Sujono Naik Jadi Kompol, Kapolres Kuansing: Ini Amanah

Dedikasi Berbuah Pangkat, AKP Syarif Sujono Naik Jadi Kompol, Kapolres Kuansing: Ini Amanah

Inilah 7 Tools AI untuk Membuat Video dengan Mudah dan Cepat

Inilah 7 Tools AI untuk Membuat Video dengan Mudah dan Cepat

Cara Mudah Memindahkan WA ke HP Baru Tanpa Menghilangkan Chat Lama

Cara Memindahkan WA ke HP Baru Tanpa Menghilangkan Chat Lama

Inilah 5 Tempat Wisata di Nganjuk Jawa Timur yang Harus Kamu Kunjungi

Inilah 5 Tempat Wisata di Nganjuk Jawa Timur yang Harus Kamu Kunjungi

Next Post
Produsen Tahu di Pekanbaru Menjerit, Harga Kedelai Naik 30 Persen Imbas Dolar Menguat

Produsen Tahu di Pekanbaru Menjerit, Harga Kedelai Naik 30 Persen Imbas Dolar Menguat

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.