• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Syabas Gubri Edy Natar Nasution

KICAUAN CHAIDIR*

Tim Redaksi by Tim Redaksi
30 November 2023
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, USAH bicara tentang kepemimpinan, Gubri Brigjen TNI Pur Edy Natar Nasution sudah khatam tentang itu, sama saja menggarami air laut atau mengajar itik berenang.  Pembekalan ilmu kepemimpinan, pengetahuan, pengalaman, bahkan medan pertempuran dalam arti sesungguhnya, sudah merupakan bagian tak terpisahkan dari kisah perjalanan hidupnya.

Namun, menjadi BM 1 setelah hampir lima tahun menjadi bayang-bayang berada di posisi BM 2, tentu memerlukan sedikit penyesuaian pendekatan komunikasi pemerintahan, tapi itu tidaklah sulit bagi seorang Edy Natar Nasution. Dia tentu paham dua aspek komunikasi pemerintahan, yakni managing staff (inward looking) dan managing people (outward looking); bagaimana secara internal berkomunikasi dengan staf, dan bagaimana secara eksternal berkomunikasi dengan khalayak.

Yang membuat seorang pemimpin di mana pun, seringkali seperti duduk salah tegak pun salah, adalah karena tidak mudah menempatkan diri secara pas dalam era kekinian yang bergejolak (volatility), penuh ketidakpastian, sarat dengan kompleksitas berbagai masalah dan situasi yang seringkali membingungkan bahkan menyesatkan. Situasi dan kondisi seperti itu sering membuat khalayak gagal paham terhadap posisi pemimpin. Padahal, bak pepatah, “seberat-berat mata memandang lebih berat lagi bahu memikul”.

Ngomong mudah tapi prakteknya tak semudah itu. Dalam versi lain, bapak demokrasi Amerika, Abraham Lincoln bilang, apa yang diinginkan pemerintah segala sesuatunya cepat selesai, apa yang dihendaki rakyat, ingin mendapatkan semua yang diinginkannya sekaligus. Ada perbedaan kepentingan antara negara yang diwakili oleh pemerintah dan rakyat yang diwakili oleh parlemen.

Pemimpin tentu harus berdiri di tengah. Kepemimpinan sebagai seni dalam menggerakkan organisasi dan masyarakat, agaknya benar seperti tesis MacGregor, teorinya banyak dan mudah, buku kepemimpinan segudang, tapi prakteknya tidak semudah teori. “Kepemimpinan adalah fenomena yang paling banyak dicermati dan dibicarakan tapi paling jarang dimengerti” (James MacGregor dalam Priadana, 2013). Hegel menambah kegalauan kita, ketika menduga apa yang kita kenal belum tentu dimengerti secara logis. Di sinilah menariknya tantangan fenomena kepemimpinan itu.

Apalagi konteks kepemimpinan domestik (termasuk lokal, daerah) di segala sudut di planet ini telah dibumbui konteks kepemimpinan global dalam dunia tanpa batas (borderless, seperti disebut Keniichi Ohmae). Riau adalah sebuah daerah yang berbatasan langsung dengan jendela dunia seperti Singapura dan Malaysia. Dan di Riau banyak perusahaan-perusahaan multinasional yang pekerjanya lintas negara dan lintas budaya. Di sinilah visi kepemimpinan global itu tak dapat dielakkan.

Sebuah teori kepemimpinan yang sudah baku misalnya, tak lagi bisa digunakan pada tempat dan situasi yang berbeda. Seorang pemimpin yang sukses menjadi pemimpin puncak di lembaga A belum tentu sukses pada posisi yang sama di lembaga B. Sebab, setiap organisasi memiliki ciri khusus, unik; beda lingkungan, pejabat/pengurus, anggota, watak, dan perilaku, harus dihadapi dengan perilaku kepemimpinan beda pula, apalagi menyangkut lintas budaya.

Berbagai krisis yang tengah kita hadapi sekarang ini, yakni krisis ekonomi, politik, disintegrasi, moral, kepercayaan, budaya, lingkungan dan sebagainya, berkorelasi erat dengan krisis persepsi kepemimpinan (Sidik Priadana, 2013). Persepsi kepemimpinan memang menjadi salah satu bagian penting dari abad ke-21 (Century Skill). Ada delapan skill kepemempinan abad ke-21 yang dinilai sangat relevan dengan kesuksesan, yang pertama dan utama adalah skill kepemimpinan itu sendiri. Lainnya adalah skill literasi digital, komunikasi, kecerdasan emosional, kewiraswastaan, kewarganegaraan global, pemecahan masalah (problem solving), dan bekerja dalam tim (Person-Learning Curve Report, 2014).

Namun, tak usah pusing dengan teori-teori tersebut. Dalam perspektif etika dan budaya Melayu, hanya ada dua agenda kepemimpinan, yang pertama menyejahterakan rakyat, kedua memberi keteladanan. Pemimpin dalam budaya Melayu harus menjadi role model (teladan). Ini seirama dengan pendapat Meyer (2012), “leader creates the culture”. Pemimpin itu membentuk budaya organisasi. Ringkasnya pemimpin itu adalah teladan.

Kita bersimpati terhadap Gubri Edy Natar Nasution, sang nakhoda yang harus melayarkan kapalnya di tengah badai. Kita-kita yang berada dalam kapal ini harus memberi semangat dan dukungan penuh bagi sang nakhoda. Kita paham, tempo dua bulan terlalu singkat bagi Gubri Edy Natar Nasution untuk membangun sebuah candi sebagai ligacy peradaban, tapi dua bulan tak terlalu singkat untuk menyemai benih ligacy tegak lurus menjulang Marwah. Syabas Gubri Edy Natar Nasution. Do the best.***

*) Penulis dan tokoh Masyarakat Riau

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Deretan 4 Manfaat Bunga Telang untuk Wanita yang Harus Kamu Ketahui
Kesehatan

Deretan 4 Manfaat Bunga Telang untuk Wanita yang Harus Kamu Ketahui

...

Read moreDetails
5 Tablet Samsung yang Cocok untuk Pekerja Kantoran dan Profesional

5 Tablet Samsung yang Cocok untuk Pekerja Kantoran dan Profesional

Ingin Bibir Glossy dan Plump? Inilah 5 Pilihan Lipstik Make Over

Ingin Bibir Glossy dan Plump? Inilah 5 Pilihan Lipstik Make Over

Yamaha YZ125X

Yamaha YZ125X Resmi Hadir, Bodi Ramping dan Bawa Suspensi KYB, Segini Harganya!

8 Rekomendasi Sepatu Boots Wanita dengan Tampilan Stylish

8 Rekomendasi Sepatu Boots Wanita dengan Tampilan Stylish dan Bikin Edgy

Kabar Duka, PSG Kehilangan Khvicha Kvaratskhelia Usai Kemenangan atas Barcelona

Kabar Duka, PSG Kehilangan Khvicha Kvaratskhelia Usai Kemenangan atas Barcelona

Next Post
Rendang Ikan Selais

Peluang Strategis Bagi UMKM di Tengah Seruan Boikot?

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.