BERTUAHPOS — CEO Malaka Project, Ferry Irwandi, menegaskan dirinya tetap mengikuti proses hukum yang berlaku terkait dugaan pelanggaran pidana yang belakangan ramai dibicarakan publik.
Ferry menyebut, kasus yang semula dikonsultasikan TNI kepada Polri sempat dianggap selesai setelah adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menegaskan lembaga negara tidak bisa menuntut balik warganya.
“Sebagai warga negara yang baik, saya mengikuti proses hukum. Saya tidak lari, tidak kabur, dan masih berada di sini, tetap membuat konten,” kata Youtuber dengan 1,95 juta subscriber itu dalam video youtube terbarunya: Hal yang Lebih Penting daripada Urusan dengan TNI, dilihat Bertuahpos, Sabtu, 13 September 2025.
Meski demikian, Ferry mengaku terkejut dengan kabar terbaru yang menyebut adanya dugaan tindak pidana serius yang ditemukan dari berbagai kanal berita.
“Sampai sekarang belum diketahui bentuknya apa. Kita tunggu saja proses selanjutnya,” ujarnya.
Ferry juga menyinggung serangan personal yang ia terima dari pihak tertentu di media sosial. Ia mengaku sempat merespons salah satu pihak yang selama berhari-hari melancarkan serangan digital kepadanya.
“Setelah saya jawab langsung, serangan-serangan aneh itu hilang,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ferry mengaku siap menerima undangan podcast atau pertemuan terbuka asalkan percakapan di sebuah grup WhatsApp yang berisi pembahasan soal dirinya bisa dibuka secara publik.
Dalam grup itu, menurut Ferry, terdapat percakapan mengenai upaya menjatuhkan dirinya hingga dugaan rencana intervensi media. Bahkan, ia menyebut ada foto senjata api yang dibagikan di grup tersebut.
“Saya siap bertemu di podcast atau stasiun TV dengan satu syarat: isi obrolan grup itu boleh dibuka, termasuk siapa saja pejabat tinggi yang ada di dalamnya,” tegas Ferry.
Menurutnya, isu-isu yang diarahkan kepadanya, termasuk tuduhan sebagai intel hingga agen asing, hanyalah framing. Ia menegaskan bahwa kekuatan yang membuat dirinya tetap bertahan adalah dukungan publik.
“Yang membuat pijakan saya kuat bukan backing-an, tapi dukungan masyarakat. Selama argumen dan narasi yang saya sampaikan bisa diterima publik, selama itu pula saya akan bertahan,” katanya.***









