• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Soal Pesantren Didiskreditkan, Pakar Filsafat: Sejarahnya Sudah Begitu!

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
14 September 2022
mendiskreditkan pesantren

Ilustrasi.

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Pakar filsafat dan kebudayaan Islam Prof DR Abdul Hadi WM tidak kaget jika ada pihak—yang secara terus-menerus mendiskreditkan pesantren. Perjalanan sejarah yang menjadi akar perjalanan eksistensi pesantren di Tanah Air, juga penuh dengan pendiskreditan.

Dia mengatakan hal ini sudah dilakukan oleh kelompok-kelompok tertentu sejak ratusan tahun yang lalu. Sejak era kolonial. “Saya tak heran sama sekali,” katanya seperti dilansir dari Republika, Rabu, 14 September 2022.

Dijelaskan, dalam sejarahnya, penjajahan di berbagai negara dunia dengan penduduknya beragama Islam, pihak penguasa kolonial menjadikan ajaran agama, lembaganya, hingga wacana sebagai musuh utama. Hal inilah yang menjadi bagian dari orientalisme, kolonialisme, dan kapitalisme, “…pembungkus usaha itu dari dahulu dapat berbagai macam, bisa terorisme, makar, atau yang lainnya,” kata Abdul Hadi.

Dia menuturkan—secara nyata dalam perjalanan sejarah bangsa—lembaga pendidikan pesantren itu merupakan kekuatan Indonesia yang  tak bisa disingkirkan. Sehingga dari zaman kolonial pesantren pun terus ‘dikerjain’ atau dipancing agar melakukan kekerasan dan tindakan buruk lainnya.

“Targetnya juga sangat jelas, yakni kekuatan Islam berusaha dilumpuhkan. Contohnya terlihat, bahkan dikesankan dengan cara konstitusional, yakni misalnya disingkirkan seperti pelarangan Partai Masyumi pada tahun 1960-an. Sebelum itu di awal kemerdekaan, malah pesantren dan kiai di Madiun dibantai secara fisik,” ungkapnya lagi.

Namun, bila dilihat soal isi ini pada masa sekarang, maka usaha mendiskreditkan pesantren akan terus ada di masa depan, Bahkan dapat semakin kencang. 

“Jadi usaha ini akan semakin seru serta meluas. Apalagi bila kemudian  terjadi pertarungan politik dan ekonomi. Sebab, harap dipahami soal ekonomi dan politik adalah dua sisi yang tidak bisa dipisahkan. Nah, setelah disingkirkan kemudian akan berimbas pada sisi kultur dan kehidupan sosial rakyat. Harapan saya semoga hal buruk tidak terjadi sebab bangsa ini bisa kualat,” ungkapnya.***

Tags: berita islammendiskreditkan pesantrenpakar filsafatsejarah pesantren
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Komisioner KIP Riau
Berita

Ini Kata AMPHURI Riau Kepri Soal Umrah 1 Desember & Teknis Karantina Jemaah

...

Read moreDetails
Next Post
pedagang sapi kurban, kebutuhan hewan kurban

107 Ribu Lebih Vaksin PMK Sudah Didistribusikan ke Riau

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.