BERTUAHPOS — Presiden Amerika Serikat Donald Trump percepat umumkan calon Ketua Federal Reserve (The Fed). Pengumuman itu rencananya akan dilakukan hari ini, Jumat, 30 Januari 2026. Ini lebih cepat dari rencana awal yang dijadwalkan pekan depan.
Kepastian itu disampaikan Trump saat menghadiri pemutaran perdana film dokumenter yang menampilkan istrinya, Melania Trump, seperti dilansir dari IpotNews.
Alasan Trump dalam rapat kabinet pada 29 Januari 2026, ia menegaskan keputusan untuk mempercepat pengumuman tersebut dan ia telah menentukan sosok yang dipilih diyakini mampu menjalankan tugas dengan baik di tengah tantangan ekonomi.
Isu independensi bank sentral menjadi salah satu pertimbangan utama Trump. Presiden menginginkan Ketua The Fed yang bersedia memangkas suku bunga acuan hingga dua sampai tiga poin persentase dari kisaran saat ini di level 3,5–3,75%. Meski demikian, secara struktural Ketua The Fed tidak berkewajiban mengikuti arahan presiden.
Trump sebelumnya mengaku kecewa terhadap Jerome Powell, yang ia tunjuk pada masa jabatan pertamanya. Powell dinilai tidak sejalan dengan keinginan Trump dalam mendorong pelonggaran kebijakan moneter, khususnya terkait penurunan suku bunga.
Untuk posisi Ketua The Fed, Trump telah mewawancarai empat kandidat, yakni ekonom utama Gedung Putih Kevin Hassett, eksekutif BlackRock Rick Rieder, mantan gubernur The Fed Kevin Warsh, serta gubernur The Fed saat ini Christopher Waller. Trump sempat memuji masing-masing kandidat tersebut, sehingga memicu spekulasi luas di kalangan pelaku pasar.
Dalam pernyataan terbarunya, Trump secara terbuka memuji Rick Rieder, namun juga menyampaikan keinginannya mempertahankan Kevin Hassett di posisinya sebagai Direktur National Economic Council. Sikap ini dinilai mencerminkan preferensi Trump terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar.
Pelaku pasar global memperkirakan Ketua The Fed terpilih akan bergerak cepat mengakomodasi keinginan Trump terkait penurunan suku bunga. Namun, data pasar derivatif menunjukkan investor masih memprediksi The Fed akan menahan suku bunga hingga Ketua baru resmi menjabat pada Mei.
Masa jabatan Powell sebagai Ketua The Fed akan berakhir pada 15 Mei, meski ia masih berhak menjabat sebagai anggota Dewan Gubernur The Fed hingga Januari 2028. Powell menolak memberikan komentar terkait masa depannya dalam konferensi pers The Fed pada Rabu.
Di sisi lain, proses nominasi berpotensi menghadapi kendala politik di Senat. Senator Republik Thom Tillis menyatakan tidak akan memproses nominasi calon Ketua The Fed hingga penyelidikan pidana federal terhadap Powell diselesaikan. Powell sendiri menyebut langkah pemanggilan paksa terhadap The Fed bermuatan politis.***









