BERTUAHPOS.COM — Tim penyelamat bersiap mengevakuasi jenazah Dorje Morup dari ketinggian 8.500 meter di Gunung Everest. Identitas pendaki India yang dikenal sebagai “Green Boots” itu akhirnya terkonfirmasi setelah tiga dekade.
Keluarga Morup tidak pernah kehilangan harapan selama 30 tahun terakhir. Istrinya, Konchak Yangskit, terus menanti kepulangan suaminya yang hilang dalam badai salju pada Mei 1996.
Dikutip dari BBC News Nepali, Senin, 10 Agustus, Morup adalah bagian dari ekspedisi enam orang yang terjebak badai mematikan di dekat puncak. Tim itu sedang berusaha menjadi regu India pertama yang mendaki Everest dari sisi China yang lebih menantang.
Selama ini jenazah “Green Boots” diyakini milik Tsewang Paljor, pendaki lain yang tewas dalam ekspedisi yang sama. Sepatu Koflach hijau limau yang khas menjadi penanda satu-satunya.
Kesaksian para penyintas dan lokasi kontak radio terakhir mengubah keyakinan tersebut. Pihak berwenang kini percaya bahwa jenazah itu sebenarnya adalah Morup.
Kepolisian Perbatasan Indo-Tibet pada Juni lalu kembali mengajukan permohonan pemulihan jenazah. Mereka ingin melakukan pengujian DNA untuk mengonfirmasi hipotesis tersebut.
Jika terbukti milik Morup, jenazahnya akan dikembalikan kepada keluarga di Ladakh. Putranya, Punchok Dorjai, mengatakan keluarga ingin mengadakan upacara pemakaman di ibu kota Leh.
Lokasi jenazah berada di “zona kematian” di atas 8.000 meter. Suhu bisa mencapai minus 40 derajat Celsius dengan tekanan udara sangat rendah.
Di sisi China, lereng lebih curam dan minim penyangga sehingga misi sangat berbahaya. Sumber Sherpa menyebut kondisi itu mempersulit upaya pencarian.
Tim penyelamat ahli dari India kini bersiap menjalankan misi berisiko tinggi tersebut. Setelah 30 tahun, keluarga Morup akhirnya melihat secercah harapan untuk menutup duka.









