• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Ngeri Tapi Seru, Main Jailangkung Ouija

Tim Redaksi by Tim Redaksi
15 Januari 2017
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC)- Meski menimbulkan kengerian, permainan jailangkung selalu memancing rasa penasaran. Jika tidak mengalaminya sendiri, misteri berkomunikasi dengan alam gaib ini mungkin tidak pernah tersingkap.

Fenomena Jailangkung ini tidak hanya merambah tanah Jawa dan sekitarnya. Di dunia barat, permainan maut ini identik dengan Ouija. Itu, sebuah papan khusus untuk pemanggilan arwah yang dimainkan beberapa orang. Tak beda dengan di Jawa, permainan ini tak jarang meminta nyawa sebagai bayarannya.
Tak diragukan lagi, bahwa sejak masa primitif orang membutuhkan medium untuk terhubung dengan roh dan alam gaib. Itu untuk mendapatkan pengetahuan mengenai hal-hal samar di luar kemampuan inderanya.

Tahun 1850 adalah tahun penanda kelahiran ouija atau papan jailangkung versi barat. Tak seorang pun menduga penemuan ini bakal digunakan secara meluas dan turun-temurun hingga saat ini.

Sebelumnya, komunikasi dengan makhluk halus dilakukan secara sederhana, yaitu dengan kertas dan pensil. Itu pun memakai bantuan seorang dukun atau spiritualis.
Pada tahun 1850, ada tiga orang pedagang yang sama-sama memiliki minat pada dunia mistik. Mereka adalah : EC Reiche, Elijah Bond, dan Charles Kennard. Mula-mula hanya timbul keinginan untuk menjelajahi dunia gaib. Kala itu memang sedang maraknya minat orang barat terhadap misteri alam di luar panca indera.

Lalu terciptalah Ouija yang mereka gunakan sendiri. Rupanya instink bisnis mereka tajam. Berbekal jiwa dagang yang baik, mereka mulai memasarkan Ouija sebagai barang dagangan yang langsung mendapat sambutan baik.

Kata Ouija berasal dari bahasa Perancis oui dan bahasa Jerman ja yang juga sama-sama berarti ‘ya’. Namun sumber lain menyatakan bahwa kata ouija (dibaca We Ja) berasal dari bahasa Mesir kuno yang berarti keberuntungan.

Bentuk Ouija ini cukup unik. Seperti sebuah papan atau nampan kayu dengan kaki kecil penyangga. Di atas papan kayu ini tersusun 26 abjad, angka 0 hingga 9, kata ‘ya’ dan ‘tidak’ serta ‘selamat tinggal’ untuk mengakhiri permainan.

Sebagai penggeraknya adalah planchette yang berupa kepingan berlubang untuk menunjuk abjad atau angka, yang akhirnya tersusun menjadi kata-kata. Melalui gerakan planchette inilah para makhluk halus menyampaikan pesan-pesan gaibnya.

Karena berhubungan langsung dengan dunia gaib, memainkan Ouija menuntut beberapa aturan khusus yang cukup menimbulkan suasana ngeri. Antara lain : jangan pernah memainkan Ouija pada saat Anda merasa tak siap atau sendirian karena akan sangat beresiko. Pilihlah pasangan main yang Anda percaya.

Jangan memainkannya terlalu sering (paling tidak 1-2 jam seminggu), hentikan permainan segera setelah terasa keanehan atau kejanggalan. Sebab bagaimanapun pemain sedang berhubungan dengan kekuatan di luar dirinya.

Yang juga penting adalah memilih waktu dan tempat yang baik. Terakhir, yang membuat bulu kuduk meremang adalah : siapkan ‘senjata’. Artinya jika Anda seorang beragama Islam, siapkan doa-doa penghalau makhluk halus. Jika beragama Kristen, siapkan injil atau doa-doa khusus, atau antisipasi-antisipasi lain sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Makhluk halus itu, sebagaimana manusia, memiliki kekuatan dan keinginan yang tak terduga sehingga persiapan-persiapan di atas harus matang. Setidaknya, demikian peraturan dalam memainkannya.

Akhirnya bertebaran kisah aneh yang berkaitan dengan misteri papan Ouija ini. Meski telah diperingatkan agar tak sembarangan dengan permainan maut ini, seorang remaja St. Louis bernama Jim beserta gangnya mencoba nyali mereka dengan memainkan Ouija di gudang bawah tanah.

Mulanya hanya main-main. Namun ketika planchette mulai berat dan bergerak sendiri, suasana pun tegang. Pesan-pesan gaib pun bermunculan. Sayangnya, seorang teman Jim merusak suasana dengan mengatakan hal-hal yang konyol tentang pesan gaib itu.

Sang arwah mulai marah. Gerakan planchette makin tak terkendali. Lalu muncullah pesan “Be careful, Dennis!” (Hati-hati, Dennis!). Dennis, yang tetap tak perduli, hanya tersenyum sinis.

Keesokan harinya, keempat temannya menemukan tubuh Dennis tak bernyawa di kamarnya. Tak ditemukan bekas-bekas penganiayaan atau bunuh diri. Namun tak hanya peristiwa ini yang membuktikan bahwa kecerobohan bermain-main dengan Ouija berarti mempertaruhkan nyawa.

Tak hanya kisah Dennis yang mengerikan. Kisah paling tragis justru terjadi pada salah seorang yang sangat berkepentingan dengan papan misterius itu. Konon, ketiga orang penemu papan Ouija akhirnya menjual perusahaan mereka kepada seseorang bernama William Fuld yang tak lain adalah kepala pabrik mereka.

Di tangan dinginnya, Ouija semakin meluas dan menggejala. Sayangnya, William licik. Tanpa segan ia menendang semua pihak yang menghalanginya, termasuk ketiga orang penemu papan Ouija yang paling berjasa itu. Ia bahkan memecat saudaranya sendiri akibat kesalahan perhitungan yang remeh.

Ketika Ouija makin digandrungi, masyarakat mulai bertanya-tanya siapakah pencipta permainan menarik itu? Di sinilah puncak kesalahan yang dilakukan oleh William Fuld. Ia mengaku sebagai penemu papan Ouija dan mengembangkannya.

Segera namanya melambung. Namun suatu hari di bulan Februari 1927 menjadi hari sial sekaligus hari terakhirnya. Ketika hendak mengganti tiang bendera di puncak gedung bertingkat miliknya, ia terpeleset dan jatuh hingga tewas seketika.

Peristiwa ini disaksikan oleh beberapa pasang mata. Sebagian menyatakn William sengaja bunuh diri. Tapi beberapa orang menyebutnya sebagai kutukan Ouija. Sengaja mati atau tidak, tapi setidaknya tragedi ini adalah jawaban dari kesombongan William Fuld. Jss

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Kuansing

Nenek 75 Tahun Digigit Buaya Saat Cuci Piring di Sungai Kuantan, Luka Korban Dijahit 20 Jahitan

...

Read moreDetails
5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau

5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Sandiaga Uno didesak mundir dari gerindra

Sandiaga Uno Borong 9,5 Juta Saham MUTU Senilai Rp999 Juta

Next Post

Bukan Sumbar, Warga Pekanbaru Lebih Suka Habiskan Minggu Disini

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.