• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 30, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Kreatif, Mahasiswa Jepang Ini Ubah Latihan Evakuasi Tsunami Jadi Permainan dengan Skenario Gempa di Malam Hari

Simulasi evakuasi tsunami malam hari di Wakayama dikemas seperti permainan untuk melatih kesiapsiagaan warga menghadapi ancaman bencana.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
30 Desember 2025
Kreatif, Mahasiswa Jepang Ini Ubah Latihan Evakuasi Tsunami Jadi Permainan dengan Skenario Gempa di Malam Hari

Seorang peserta latihan evakuasi bergaya permainan menyingkirkan sebuah rintangan sambil mengincar tempat yang lebih tinggi di Kainan, Prefektur Wakayama. | Foto: Yomiuri Shimbun.

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS — Jepang adalah negara yang cukup sadar terhadap bencana. Skenario evakuasi dan berbagai simulasi bencana telah menjadi hal rutin di negara Matahari terbit, dan warganya sudah terbiasa dengan hal itu.

Mungkin untuk menghilangkan rasa jenuh terhadap latihan evakuasi bencana, seorang mahasiswa di Prefektur Wakayama, Jepang, berinisiatif mengubah latihan evakuasi tsunami menjadi permainan dengan sebuah skenario terjadi gempa bumi dahsyat di malam hari. Hal ini pun dianggap sebuah latihan evakuasi bencana yang menghadirkan pendekatan baru.

Mahasiswa Universitas Kindai itu bernama Tsuyoshi Kitahara, berusia 21 tahun. Dia mengembangkan simulasi evakuasi malam hari yang dikemas seperti permainan untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga.

Dilansir Bertuahpos dari The Japan News, Selasa, 30 Desmeber 2025, simulasi perdana berlangsung di Distrik Shimizu, Kainan, wilayah yang diperkirakan berpotensi terdampak tsunami setinggi 8 meter jika terjadi gempa di Palung Nankai. Dalam skenario latihan, tsunami setinggi 1 meter diperkirakan tiba dalam waktu 48 menit.

Kitahara mengingatkan warga agar tidak terlena dengan waktu evakuasi. “48 menit bukan waktu panjang jika masyarakat tidak siap dan tidak memahami jalur evakuasi dengan baik,” ujarnya.

Setidaknya ada 25 peserta yang ikut dalam simulasi itu. Mereka terdiri dari warga, pelajar SMA, dan staf pemerintah prefektur, yang dibagi dalam kelompok dan harus mencapai titik evakuasi di dataran lebih tinggi sambil mengidentifikasi jalur berbahaya.

Latihan ini juga memasukkan kondisi penyandang disabilitas. Setiap kelompok diwajibkan membawa satu anggota yang menggunakan kacamata hitam dan penyumbat telinga untuk mensimulasikan evakuasi bersama warga dengan keterbatasan fisik.

Peserta melewati rintangan berupa genteng pecah hingga pohon tumbang yang sengaja disiapkan di sepanjang jalur. Mereka menyingkirkan hambatan sambil berjalan menanjak dalam kondisi minim pencahayaan.

Dengan hanya berbekal senter, para peserta terus saling memberi peringatan di sepanjang perjalanan. Mereka mengingatkan adanya celah tanah, jalur licin, serta area yang dinilai tidak aman untuk evakuasi.

Setelah simulasi berakhir, peserta memberikan evaluasi. Sebagian warga menilai perlunya interaksi rutin antarsesama agar koordinasi saat bencana lebih kuat, termasuk penekanan akan pentingnya penambahan lampu jalan di jalur evakuasi.

Seorang pelajar SMA yang ikut latihan itu merasa dapat pengalaman berharga. “Tanpa sarung tangan, akan cukup sulit menyingkirkan rintangan, sehingga perlengkapan evakuasi menjadi sangat penting,” katanya.

Kitahara mengembangkan program ini berdasarkan pengalamannya tumbuh di Kobe, wilayah yang pernah terdampak Gempa Besar Hanshin tahun 1995.

Harapannya, simulasi ini dapat membantu memperkuat kesadaran kesiapsiagaan bencana dan memperbarui panduan mitigasi yang lebih praktis bagi masyarakat.***

Tags: Bencana alamInternasionalJepang
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Jepang Siapkan Pengurangan Subsidi Bensin Mulai Desember 2026, Apa yang Terjadi?
Ekonomi

Jepang Siapkan Pengurangan Subsidi Bensin Mulai Desember 2026, Apa yang Terjadi?

...

Read moreDetails
BYD Racoo Mulai Ekspansi, Siap Masuk ke Pasar Macau dan Sri Lanka, Intip Spesifikasi dan Harganya!

BYD Racoo Mulai Ekspansi, Siap Masuk ke Pasar Macau dan Sri Lanka, Intip Spesifikasi dan Harganya!

Bukan Hujan, Ini Penyebab Banjir Bandang Maut di Perbatasan Nepal-China

Bukan Hujan, Ini Penyebab Banjir Bandang Maut di Perbatasan Nepal-China

Plt Gubri Sebut Sumbang Rp1 Miliar untuk Bencana Gempa NTT Bukan soal Nominal Angkanya

Plt Gubri Sebut Sumbang Rp1 Miliar untuk Bencana Gempa NTT Bukan soal Nominal Angkanya

Respon Presiden Iran soal Klaim AS Negaranya Akan Runtuh

Respon Presiden Iran soal Klaim AS Negaranya Akan Runtuh

Defisit Anggaran AS Sudah di Posisi Puncak

Defisit Anggaran AS Sudah di Posisi Puncak

Next Post
Tembus Rp2,6 Juta, Harga Emas Pegadaian 30 Desember 2025 Naik

Tembus Rp2,6 Juta, Harga Emas Pegadaian 30 Desember 2025 Naik

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.