• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

China Naikkan Pajak Kondom hingga 13% Demi Warganya Mau Melahirkan Anak

China memberlakukan pajak 13 persen atas alat kontrasepsi mulai 1 Januari 2026, sementara layanan daycare dibebaskan pajak untuk dorong kelahiran.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
5 Januari 2026
China Naikkan Pajak Kondom hingga 13% Demi Warganya Mau Melahirkan Anak

Kondom atau alat kontrasepsi | Foto: ilustrasi / Canva.

159
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS — Pemerintah China memberlakukan kenaikan pajak penjualan hingga 13% terhadap alat kontrasepsi—termasuk kondom dan pil KB—per 1 Januari 2026.

Di sisi lain—berlaku untuk waktu yang sama—China menghapus beban pajak terhadap layanan penitipan anak atau daycare.

Menurut pemerintah China, ini menjadi langkah strategis untuk mendorong meningkatnya angka kelahiran anak di negeri tirai bambu itu.

Bahkan, kebijakan menaikan pajak alat kontrasepsi dan menghapus pajak daycare dianggap sebuah langkah reformatif sistem pajak yang diumumkan akhir 2025, karena menghapus sejumlah pengecualian pajak yang diberlakukan sejak 1994—ketika China masih menjalankan kebijakan satu anak.

Paket kebijakan baru itu juga membebaskan layanan pernikahan dan perawatan lansia dari PPN, serta melengkapi program lain seperti perpanjangan cuti orang tua dan bantuan tunai.

China terpaksa mengambil sejumlah langkah ekstrem karena negara ini dihadapkan pada krisis populasi dan dihantam kondisi ekonomi yang melemah.

Menurut data resmi yang dikeluarkan oleh Pemerintah China, populasi mereka menyusut selama tiga tahun berturut-turut. Pada 2024, jumlah kelahiran hanya mencapai 9,54 juta bayi atau sekitar setengah dari angka kelahiran satu dekade sebelumnya.

Di sisi lain, kebijakan menaikkan pajak kondom dan pil KB memicu kritik publik. Beberapa pihak menganggap kebijakan itu justru akan meningkatkan risiko kehamilan yang tidak diinginkan, penyakit seperti HIV, dan tidak menjawab akar masalah rendahnya angka kelahiran.

Beberapa komentar publik bahkan menyebut kebijakan ini tidak relevan dengan kenyataan sosial saat ini. Warganet menilai kenaikan harga kontrasepsi tidak serta-merta membuat masyarakat mau memiliki lebih banyak anak.

Faktor lainnya, China termasuk salah satu negara biaya termahal di dunia untuk membesarkan anak. Mulai dari biaya pendidikan, tekanan sosial, beban ekonomi, hingga tantangan bagi perempuan untuk menyeimbangkan karir dan pengasuhan, termasuk lambatnya pertumbuhan ekonomi dan krisis properti yang turut mempengaruhi lemahnya persepsi optimisme generasi muda.

BBC News dalam laporannya mengungkap pendapatan ahli demografi Universitas Wisconsin–Madison, Yi Fuxian, yang turut berbicara potensi dampak akibat diberlakukannya kebijakan menaikkan pajak kondom dan pil KB. “Ini kebijakan yang berlebihan,” katanya.

Apa yang dilakukan Pemerintah China, lebih tepat disebut dengan upaya memperluas basis penerimaan pajak. Tahun lalu, PPN menyumbang hampir 40% dari total penerimaan pajak nasional.

Analis Center for Strategic and International Studies (CSIS), Henrietta Levin, melihat ini hanya sebuah kebijakan yang simbolik yang tidak pernah mempertimbangkan “risiko bumerang”. Apalagi sampai publik menganggap pemerintah terlalu mengintervensi pilihan pribadi.

Selain itu, pemerintah daerah yang terbebani utang juga dinilai akan kesulitan mengeksekusi berbagai insentif demografi.***

Tags: chinaInternasionalPajakpopulasi
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Proyeksi 2027, Ekonomi Pasar Tumbuh 3,9%, Sektor Perbankan Lebih Kondusif
Ekonomi

Proyeksi 2027, Ekonomi Pasar Tumbuh 3,9%, Sektor Perbankan Lebih Kondusif

...

Read moreDetails
Respon Presiden Iran soal Klaim AS Negaranya Akan Runtuh

Respon Presiden Iran soal Klaim AS Negaranya Akan Runtuh

Defisit Anggaran AS Sudah di Posisi Puncak

Defisit Anggaran AS Sudah di Posisi Puncak

Trump Ancam Bombardir Oman jika Ikut Campur soal Perdamaian Iran

Trump Ancam Bombardir Oman jika Ikut Campur soal Perdamaian Iran

Iran Ikut Belasungkawa dan Tawarkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Iran Ikut Belasungkawa dan Tawarkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Kecelakaan di Tol M9 Irlandia Tewaskan Lima Remaja, Diduga demi Like Media Sosial

Kecelakaan di Tol M9 Irlandia Tewaskan Lima Remaja, Diduga demi Like Media Sosial

Next Post
Plt Gubri Sebut Pemprov Riau Masih Punya Tanggung Jawab Belum Selesai di 2025

Plt Gubri Sebut Pemprov Riau Masih Punya Tanggung Jawab yang Belum Selesai di 2025

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.