BERTUAHPOS.COM — Juni 2026 menjadi bulan Juni terpanas yang pernah tercatat di Eropa Barat. Suhu rata-rata mencapai 20,74 derajat Celsius atau 3,05 derajat, jauh di atas normal.
Kepala Informasi Iklim WMO John Kennedy mengatakan, gelombang panas ekstrem ini sesuai dengan prediksi pola perubahan iklim. Eropa telah menghangat sekitar 2 derajat dalam 50 tahun terakhir.
“Gelombang panas seperti ini adalah hal yang kita harapkan akan terjadi dalam perubahan iklim. Eropa adalah benua yang mengalami pemanasan tercepat dan suhu ekstrem terus meningkat,” ujar Kennedy dalam laporan yang diterbitkan WMO, sebagaimana dikutip Bertuahpos, Rabu, 15 Juli 2026.
Layanan Perubahan Iklim Copernicus mencatat suhu permukaan laut global juga mencapai level tertinggi untuk bulan Juni. Kondisi El Nino yang kuat di Pasifik khatulistiwa turut memperparah situasi itu.
Prancis mencatat hari terpanas dalam sejarah pada 24 Juni dengan suhu rata-rata nasional 30,0 derajat Celsius. Kota Pulluau di Prancis barat bahkan mencatat suhu 43,8 derajat Celsius.
Spanyol juga mencatat suhu di atas 40 derajat Celsius di sejumlah lokasi pada 23 dan 24 Juni. Kota Bilbao mencapai 42,7 derajat Celsius, suhu tertinggi yang pernah tercatat di sana untuk bulan Juni.
“Peringatan Merah dikeluarkan untuk 58 departemen di Prancis, sebagian besar wilayah negara, sebuah rekor baru. Pihak berwenang memperingatkan risiko tinggi kebakaran hutan di tengah kekeringan yang semakin memburuk,” tulis Meteo-France dalam laporannya.
Jerman memecahkan rekor suhu selama tiga hari berturut-turut. Kota Coschen di Jerman timur melaporkan suhu 41,7 derajat Celsius pada 28 Juni.
Sebanyak 252 stasiun cuaca di Jerman mencatat rekor suhu tertinggi sepanjang masa. Empat puluh enam stasiun melaporkan suhu di atas 40 derajat Celsius.
Rekor suhu malam juga terpecahkan di Saxony Timur dengan suhu minimum 29,4 derajat Celsius. DWD menyebut gelombang panas ini sebagai peristiwa bersejarah.
Observatorium Fabra di Barcelona mencatat suhu 40,5 derajat Celsius pada 8 Juli, tertinggi dalam lebih dari satu abad. Prancis memberlakukan peringatan amber yang meluas untuk gelombang panas.
Inggris memecahkan rekor suhu Juni selama tiga hari berturut-turut dengan 37,3 derajat Celsius. Met Office mengeluarkan Peringatan Merah untuk Panas Ekstrem pada 26 Juni.
“Ini pertama kalinya dalam sejarah sistem peringatan cuaca Inggris, peringatan merah dikeluarkan selama tiga hari berturut-turut. Suhu semalam juga mencetak rekor nasional baru 22 derajat Celsius,” kata Met Office.
Lalu, Belanda mengeluarkan Peringatan Merah yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk delapan provinsi pada 26 Juni. KNMI mencatat rekor suhu nasional baru untuk Juni sebesar 39,4 derajat Celsius.
Sedangkan Denmark mencatat suhu tertinggi sepanjang masa 37,0 derajat Celsius di dua lokasi. Rekor yang bertahan sejak 1975 akhirnya terpecahkan.
Swiss mencatat rekor suhu Juni baru 39 derajat Celsius di kota Basel. Sementara itu, Hongaria mencatat rekor Juni baru 40,7 derajat Celsius di dekat Budapest pada 28 Juni.
Polandia dan Republik Ceko juga mencatat rekor suhu tertinggi sepanjang masa baru. Austria mencatat rekor Juni baru 40,0 derajat Celsius di Wina dengan status Siaga Merah berlanjut hingga 29 Juni.
Gelombang panas ini memicu kebakaran hutan dahsyat di Prancis dan Semenanjung Iberia. Kondisi tanah yang semakin kering di seluruh Eropa barat dan tengah memperburuk situasi.
WMO bersama para mitranya memberikan peringatan dini dan rencana aksi kesehatan-panas yang terkoordinasi. Tujuannya menyelamatkan nyawa dan meminimalkan kerusakan ekonomi serta gangguan infrastruktur.
“Dalam 50 tahun sejak gelombang panas bersejarah 1976, Eropa telah menghangat sekitar dua derajat. Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim memprediksi gelombang panas ekstrem akan meningkat dalam frekuensi, intensitas, dan durasi,” kata Kennedy.









