31 Orang Tewas Saat Serangan Bom Beruntun di Yaman

Kamis, 18 Juni 2015 09:19
31 Orang Tewas Saat Serangan Bom Beruntun di Yaman

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU -  31 Orang tewas dalam rangkaian serangan bom di ibu kota Yaman, Sanaa. Serangan dilancarkan di 4 masjid dan  markas besar kelompok pemberontak Houthi.

Seperti dilaporkan BBC, Kamis (18/6/2015), sumber di kalangan aparat keamanan menyebutkan, 4 masjid menjadi sasaran serangan ketika jemaah sedang salat menjelang bulan Ramadan, pada Rabu 17 Juni 2015. Ledakan disebabkan oleh bom mobil.

Advertisement

Kelompok radikal ISIS menyatakan bertanggung jawab atas rangkaian serangan tersebut.

Yaman bergejolak setelah kelompok milisi Houthi, yang berjuang mendapatkan peningkatan otonomi di Provinsi Saada, melancarkan pemberontakan secara berkala sejak 2004.

Baca: Presiden Erdogan: Penindasan dan Kekejaman Israel Kepada Rakyat Palestina Tak Dapat Diampuni dan Menjadi Sejarah Dunia

Aksi mereka yang paling signifikan terjadi sejak Juli 2014. Pada September 2014, mereka menguasai Ibukota Sanaa, menyandera staf kepresidenan, dan menembaki kediaman Presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi.

Kondisi ini kemudian membuat Arab Saudi dan sekutunya di Teluk turun tangan. Puncaknya, mulai Maret 2015 Arab Saudi dan negara teluk memutuskan untuk melakukan operasi militer “Decisive Storm”, untuk menggempur kelompok Houthi di Yaman(Mvi/Mut/Liputan6.com)

31 Orang Tewas Saat Serangan Bom Beruntun di Yaman

Kamis, 18 Juni 2015 09:19
31 Orang Tewas Saat Serangan Bom Beruntun di Yaman

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU -  31 Orang tewas dalam rangkaian serangan bom di ibu kota Yaman, Sanaa. Serangan dilancarkan di 4 masjid dan  markas besar kelompok pemberontak Houthi.

Seperti dilaporkan BBC, Kamis (18/6/2015), sumber di kalangan aparat keamanan menyebutkan, 4 masjid menjadi sasaran serangan ketika jemaah sedang salat menjelang bulan Ramadan, pada Rabu 17 Juni 2015. Ledakan disebabkan oleh bom mobil.

Advertisement

Kelompok radikal ISIS menyatakan bertanggung jawab atas rangkaian serangan tersebut.

Yaman bergejolak setelah kelompok milisi Houthi, yang berjuang mendapatkan peningkatan otonomi di Provinsi Saada, melancarkan pemberontakan secara berkala sejak 2004.

Baca: Sadis, Usai Melahirkan Ibu Prancis Ini Tinggalkan 5 Bayinya di Bathub Hingga Tewas

Aksi mereka yang paling signifikan terjadi sejak Juli 2014. Pada September 2014, mereka menguasai Ibukota Sanaa, menyandera staf kepresidenan, dan menembaki kediaman Presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi.

Kondisi ini kemudian membuat Arab Saudi dan sekutunya di Teluk turun tangan. Puncaknya, mulai Maret 2015 Arab Saudi dan negara teluk memutuskan untuk melakukan operasi militer “Decisive Storm”, untuk menggempur kelompok Houthi di Yaman(Mvi/Mut/Liputan6.com)

Berita Terkini

Jumat, 04 Desember 2020 14:30

Aturan Baru Tarif Ekspor Sawit Efektif Berlaku 10 Desember Ini

#tarifekspor #sawit #bpdpks #kemenkeu #cpo

Jumat, 04 Desember 2020 13:30

BKD Riau Terganggu dengan Isu Pelantikan Pejabat

#pelantikan #pejabat #pemprovriau

Jumat, 04 Desember 2020 12:31

Inilah Film-film WB yang Akan Ditayangkan Secara Streaming di HBO Max

#film #streaming #filmgodzillavskong

Jumat, 04 Desember 2020 11:35

900 Tempat Tidur Masih Tersedia di Ruang Isolasi Pemerintah

#ruangisolasi #kapasitastempattidur #pasiencovid #corona

Jumat, 04 Desember 2020 11:15

Proyeksi Nasib Harga CPO di Awal 2021, Adakah Kabar Gembira?

#hargasawit hargacpo #cpo2021 #sawit2021

Jumat, 04 Desember 2020 10:30

Siapkan Kompetensi Anda, PT Riau Petroleum Segera Buka Pendaftaran Calon Direksi dan Komisaris

#direksi #riaupetroleum #bumd #komisaris

Jumat, 04 Desember 2020 10:17

Begini Nasib Anggota Polisi yang Ancam Penggal Kepala Habib Rizieq

#hbs #rizieq #habibrizieq #polisi #penggal