• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Catatan Sejarah 11 Juli: Mengenang Toleransi Ajaran KH Idham Khalid

Tim Redaksi by Tim Redaksi
11 Juli 2019
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Dialah Ketua Umum Nahdlatul Ulama (NU) yang paling lama menjabat, yakni 28 tahun. KH Idham Khalid memimpin dan membesarkan NU mulai Desember 1955 hingga tahun 1984.

KH Idham Khalid adalah salah satu tokoh agama yang sangat menghargai perbedaan dan toleransi dalam beragama. Persahabatannya dengan Buya Hamka menjadi saksinya.

Sewaktu menjadi Ketua Umum PBNU, KH. Idham Khalid sering bepergian berdakwah. Tak jarang, dia berdakwah bersama Buya Hamka yang notabenenya seorang Muhammadiyah tulen.

Dalam praktik salat subuh, dua ulama ini tentu berbeda pendapat. Buya Hamka yang Muhammdiyah tentu tidak membaca doa qunut. Sebaliknya KH. Idham Khalid sebagai NU tentu membaca doa qunut.

Dalam perjalananan berdakwah, dua ulama ini secara bergantian menjadi imam salat subuh. Ketika Buya Hamka yang menjadi imam, dia membaca doa qunut, karena menghormati KH. Idham Khalid.

KH. Idham Khalid juga melakukan hal yang sama. Ketika gilirannya menjadi imam salat subuh, karena menghormati Buya Hamka yang Muhammadiyah, dia tidak membaca doa qunut.

Begitulah bentuk toleransi dan kebersamaan yang dicontohkan dua ulama besar ini. Mereka saling menghormati satu sama lain, tanpa perlu mencaci atau menyalahkan yang lain. 

Tanggal 11 Juli 2010, Idham Khalid meninggal dunia di Jakarta di umur 88 tahun. Atas jasanya, KH Idham Khalid diangkat sebagai Pahlawan Nasional. (bpc2)

Sumber: Kata Pengantar Ahmad Syafii Maarif, dalam buku Buya Hamka: Sebuah Novel Biografi, karya Haidar Musyafa, diterbitkan Umania, 2018.

Share4Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Kuansing

Nenek 75 Tahun Digigit Buaya Saat Cuci Piring di Sungai Kuantan, Luka Korban Dijahit 20 Jahitan

...

Read moreDetails
5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau

5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Sandiaga Uno didesak mundir dari gerindra

Sandiaga Uno Borong 9,5 Juta Saham MUTU Senilai Rp999 Juta

Next Post

Siang Ini Ratusan Suporter PSPS Riau "Serbu" Kantor Chevron

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.