• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 7, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Profesor Ini Ungkap di Indonesia Ada ‘Tanaman Penghasil Emas’

Kekayaan flora Indonesia, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari banyaknya sumber daya alam yang dimiliki bangsa ini. Bahkan, negara kita disebut punya tumbuhan yang dapat menghasilkan emas.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
11 Mei 2024
tanaman penghasil emas
151
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Prof. Hamim, seorang Pakar Biologi Tumbuhan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), sangat yakin bahwa beberapa tumbuhan endemik Indonesia mampu menghasilkan logam mulia, termasuk emas, katanya dalam Orasi Ilmiah Guru Besar Tetap IPB, beberapa waktu lalu. “Logam mulia, dapat diekstraksi dari tanaman yang mampu menyerap logam berat,” tuturnya.

Logam berat merupakan komponen yang tahan terhadap terdegradasi. Dia bisa bertahan di tanah bahkan selama ratusan tahun. Dia menyebut itu adalah tanaman hiperakumulator—yang mampu menyerap logam berat dalam jumlah besar di jaringannya—menjadi kunci dalam proses fitoremediasi dan fitomining.

Dia menjelaskan, jenis tanaman hiperakumulator selama ini dimanfaatkan untuk membersihkan lingkungan. Karena cara kerjanya sangat efektif untuk kegiatan itu. Namun hiperakumulator juga bisa digunakan untuk mengekstraksi logam-logam berharga, seperti nikel, perak, emas, platina, dan thallium dalam kegiatan yang dikenal sebagai phytomining.

Guru Besar Tetap di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University itu menjelaskan, Indonesia, dengan daratan ultrabasa terbesar di dunia, memiliki potensi besar untuk mengoptimalkan penggunaan tanaman hiperakumulator. Namun, Prof. Hamim menilai bahwa potensi ini belum tergarap sepenuhnya, “…dan memerlukan perhatian lebih lanjut dari berbagai pihak.”

Contohnya, penelitian di sekitar tailing dam tambang emas PT Antam UBPE Pongkor, menunjukkan bahwa tanaman bayam-bayaman memiliki kemampuan akumulasi emas tertinggi, meski dengan biomassa yang rendah. Tanaman lembang juga diidentifikasi dapat menghasilkan emas dalam jumlah tertentu per hektar, memerlukan pendalaman lebih lanjut.

Dalam eksperimennya, Prof. Hamim menyoroti bahwa penggunaan dark septate endofit dan jamur mikoriza dapat membantu tanaman beradaptasi dengan lingkungan tercemar logam berat, mendukung program fitoremediasi. Selain itu, penggunaan amonium tiosianat sebagai ligan pelarut emas juga dianggap potensial untuk meningkatkan serapan emas oleh tanaman, menjadikannya pilihan yang baik untuk program phytomining di lokasi tailing tambang emas.

“Potensi tanaman hiperakumulator ini menjadi peluang berharga untuk mengatasi dampak lingkungan dan ekonomi, membutuhkan sinergi antara penelitian lebih lanjut dan perhatian dari berbagai pihak terkait,” katanya.

Tanaman hiperakumulator merupakan tanaman yang digunakan dalam penerapan teknik fitoremediasi dimana memiliki kemampuan mengakumulasi zat kontaminan di bagian akar, batang maupun daun. Tidak semua jenis tanaman penyerap kontaminan dapat dikatakan sebagai tanaman hiperakumulator (e-journal.unmas.ac,id:).

Setidaknya ada 3 jenis tanaman hiperakumulator yang umum dikenal, yakni akar wangi (Vetiveria zizanioides), lidah mertua (Sansevieria trifasciata) dan eceng gondok (Eichhornia crassipes) termasuk kedalam jenis tanaman hiperakumulator.

Tags: emaslingkungantanaman hias
Share4Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Harga Emas Dunia Diprediksi Tembus USD5.000 Sebelum Akhir 2026
Ekonomi

Harga Emas Dunia Melemah, Skenario Bullish Masih Terbuka

...

Read moreDetails
Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang

Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang

Jikalahari Kritik Kunjungan Perdana Prabowo ke Riau, Dinilai Cuma Pindah Lokasi Rapat

Jikalahari Kritik Kunjungan Perdana Prabowo ke Riau, Dinilai Cuma Pindah Lokasi Rapat

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

Warga Dihimbau Tidak Terbangkan Drone Saat Heli Kopter Waterbombing Beroperasi

Warga Dihimbau Tidak Terbangkan Drone Saat Heli Kopter Waterbombing Beroperasi

Polusi Akibat Karhutla Riau, Status Udara di Pekanbaru Berbahaya

Polusi Akibat Karhutla Riau, Status Udara di Pekanbaru Berbahaya

Next Post

Tokoh Kualupura Arman Lingga Wisnu Siap Mendukung Pebri Mahmud Jadi Wabup Dampingi Suhardiman Amby Di Pilkada Mendatang

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.