• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Pemanis Buatan dan Bakteri Masih Ada di Jajanan Anak Sekolah

Tim Redaksi by Tim Redaksi
24 April 2022
JAJANAN TIDAK SEHAT
Share on FacebookShare on Twitter
BERTUAHPOS.COM – JAKARTA – Masalah bahan berbahaya pada makanan ternyata bukan hanya ada di pinggir jalan atau supermarket, tapi juga ada pada jajanan anak sekolah.
Dalam memberantas bahan makanan berbahaya pada jajanan anak dan warung sekolah, Sabtu lalu diadakan seminar guru mengenai jajanan sehat dengan pembicara perwakilan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), psikolog Rose Mini dan dokter spesialis anak Dr. TB. Rachmat Sentika Sp. A, MARS.
Menurut Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berhaya Roy Sparringa, PhD Seminar guru ini merupakan perwujudan dari lima strategi gerakan nasional menuju PJAS (Pangan Jajanan Anak Sekolah) yang aman.
“Pada 31 Januari 2011, Wakil Presiden bilang harus ada gerakan nasional. Karena dalam capaian 2 tahun,pada 2011 kasus bahan berbahaya bahan makanan bahaya jajanan anak sekolah menurun 35 persen sehingga tidak memenuhi syarat. Pada 2012 juga turun 24 persen. Walaupun turun, tapi kasus ini ternyata belum hilang,” ungkap Roy saat acara ‘Sehatnya Duniaku: Pangan Jajanan Anak Sekolah yang Aman, Bermutu dan Bergizi’ di Cawang, Jakarta.
Bahan makanan yang paling sering ditemukan menurutnya adalah formalin, rhodamin. Selain itu pemanis buatan dan sanitasi juga belum ada perubahan.
“Untuk jajanan anak,sakarin dan sanitasi menjadi perhatian utama. Ini sulit karena menyangkut perubahan prilaku masyarakat,” tutur Roy.
Untuk itu, Roy menyebutkan ada beberapa hal yang akan terus dilakukan seperti:
1. Pengawasan terhadap penyalahgunaan bahan berbahaya pada makanan dan minuman. Dalam hal ini, pemerintah daerah akan melakukan pembinaan dan pengawasan pada sekolah. Di daerah nanti akan dikawal tata niaga sesuai peruntukkannya.
“Retail warung harus terdaftar, harus jadi perhatian pemerintah daerah,” kata Roy.
2. Ada pasar aman bahan berbahaya. Menteri Kesehatan saat ini sudah mencanangkan pasar sehat. Pasar ini sudah ada di lima daerah di 16 provinsi.
(liputan6.com)
Tags: pemanis buatan
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

No Content Available
Next Post

Cara Benar Menyikat Gigi untuk Balita

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.