IHSG Cetak Rekor Tertinggi di Akhir Pekan

Jumat, 17 Mei 2013 19:00

BERTUAHPOS, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali cetak rekor tertingginya di akhir pekan. Indeks melonjak berkat penguatan indeks sektor konsumer yang mencapai 5,2%.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di posisi Rp 9.755 per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdagangan kemarin.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka naik tipis 6,832 poin (0,13%) ke level 5.085,510 berkat aksi beli selektif. Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi beli.

Meski dapat sentimen negatif dari pelemahan Wall Street semalam, investor masih berani berburu saham. Indeks pun sempat menanjak hingga ke posisi tertingginya hari ini di 5.162,381.

Baca: Sektor Konstruksi Sumbang NPL Tertinggi di Riau

Posisi indeks tersebut sudah menembus level intraday tertingginya sepanjang masa yaitu sebelumnya di level 5.115,643. Posisi itu diraih IHSG pada perdagangan Jumat pekan lalu.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melaju 23,911 poin (0,47%) ke level 5.102,589 didorong aksi beli selektif saham-saham unggulan. Indeks kembali melirik rekor intraday tertingginya sepanjang masa.

Aksi ambil untung di awal perdagangan langsung terlibas oleh aksi beli selektif yang membuat indeks melaju di zona hijau. Sembilan dari sepuluh sektor di lantai bursa berhasil menguat, dipimpin oleh sektor konsumer.

Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (16/5/2013), IHSG ditutup melonjak 67,005 poin (1,32%) ke level 5.145,683. Sementara Indeks LQ45 ditutup menanjak 13,956 poin (1,63%) ke level 870,028.

Indeks berhasil mencetak rekor tertingginya sepanjang masa. Rekor IHSG sebelumnya ada di level 5.105,937 setelah menguat 16,602 poin (0,33%).

Aksi beli yang dilakukan investor asing dan domestik punya peran besar dalam pencetakan rekor IHSG kali ini. Indeks sektor konsumer melejit hingga 5,2%.

Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 74.006 kali pada volume 2,555 miliar lembar saham senilai Rp 2,694 triliun. Sebanyak 132 saham naik, sisanya 87 saham turun, dan 123 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia bergerak mixed cenderung melemah hingga sore hari ini. Bursa saham Hong Kong dan Korea Selatan hari ini tidak berdagang karena menyambut libur nasional.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia hingga sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melonjak 31,06 poin (1,38%) ke level 2.282,87. Â
  • Indeks Nikkei 225 naik 100,88 poin (0,67%) ke level 15.138,12. Â
  • Indeks Straits Times melemah 5,96 poin (0,17%) ke level 3.446,32. Â

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 7.000 ke Rp 345.000, Merck (MERK) naik Rp 5.900 ke Rp 234.900, Unilever (UNVR) naik Rp 3.100 ke Rp 31.250, dan HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 2.500 ke Rp 88.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gowa Makassar (GOWA) turun Rp 2.900 ke Rp 11.600, Goodyear (GDYR) turun Rp 1.000 ke Rp 23.000, Century Textille (CNTX) turun Rp 500 ke Rp 7.000, dan Tiga Raksa (TGKA) turun Rp 450 ke Rp 2.075. (finance.detik.com)