• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Ekonom INDEF: Iklim Investasi di Daerah ‘Kerdil’ Karena Regulasi

Tim Redaksi by Tim Redaksi
19 Desember 2018
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Iklim investasi seolah ‘dikerdilkan’ oleh regulasi. Oleh sebab itu Pemda Riau diminta untuk tidak sering-sering ganti Perda karena dapat menghambat pertumbuhan investasi daerah. 

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Aviliani, Rabu, 19 Desember 2018 memberikan saran ini kepada Pemda Riau, mengingat daya dongkrak pertumbuhan ekonomi Riau sangat lambat dan dibutuhkan investor baru yang bisa menopang pertumbuhan perekonomian daerah.

“Sekarang ini memang banyak peraturan daerah yang justru membuat iklim ekonomi ataupun investasi menjadi semakin sulit untuk berkembang,” ungkapnya. 

Idealnya, kata dia, keberadaan peraturan (Perda) memudahkan dunia usaha, bagaimana menjadikan iklim investasi semakin baik dan membuat sektor swasta nyaman. Apalagi di tengah pergerakan perekonomian yang fleksibel. Semakin banyak Perda bukan membuat iklim investasi semakin baik justru akan semakin menyulitkan pengusaha. 

Kenyataannya selama ini, lahirnya Perda-Perda investasi tidak lain hanya untuk menarik Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar-besarnya untuk biaya penyelenggaraan pemerintah, sehingga mengabaikan kemudahan investor untuk menanamkan modalnya di daerah. 

“Buktinya ada banyak investor-investor itu risih dengan aturan soal retrebusi dan pungutan lainnya. Jadinya investor malas investasi,” sambungnya. (bpc3)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Pilihan

Putusan Komisi Informasi Provinsi Riau Kontradiktif, Warga Lanjut Gugat ke PTUN

...

Read moreDetails
Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya Jadi Danau Terdalam ke 12 di Dunia

Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya jadi Danau Terdalam Ke 12 di Dunia

5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Ini 5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Heboh Isu BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Heboh Kabar BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Next Post

Syarwan Hamid Serahkan Kembali Gelar Adat, LAM Riau: Diterima atau Tidak Keputusan MKA

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.