Bensin Sumbang Inflasi di Pekanbaru dan Dumai

Selasa, 02 Juli 2013 11:15
Bensin Sumbang Inflasi di Pekanbaru dan Dumai
BERTUAHPOS, PEKANBARU – Juni 2013, dua kota di Riau yang menghitung indeks harga konsumen (IHK) sama-sama mengalami inflasi. Bersamaan dengan 14 kota lainnya di Sumatera, Pekanbaru mengalami inflasi 0.97 persen dan Dumai 1.39 persen.
Â
Dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik Riau, Mawardi Arsad, inflasi di Pekanbaru terjadi karena adanya peningkatan indeks harga pada kelompok transpor sebesar  3,46 persen.
Â
Dari sisi komoditas penyumbang inflasi, peningkatan indeks harga kelompok transport ini tidak terlepas dari bahan bakar kendaraan seperti premium dan pertamax plus yang menyumbang setidaknya 0.41 persen.
Â
Angka ini jauh meninggalkan komoditas lainnya yang juga ikut menyumbang inflasi seperti cabe merah 0.16 persen.
Â
Padahal cabe merah yang merupakan kelompok bahan makanan berada diurutan kedua sebagai komoditas penyumbang inflasi.
Â
Setelah kelompok transport, peningkatan indeks harga juga terjadi pada kelompok bahan makanan 1,96 persen, kelompok kesehatan 0,13 persen, kelompok perumahan 0,11 persen, dan kelompok makanan jadi 0,07 persen.
Â
Sebaliknya, inflasi di Dumai justru terjadi karena peningkatan indeks kelompok bahan makanan  yang mencapai 2,83 persen.
Setelah itu barulah disusul kelompok transpor 2,67 persen, kelompok kesehatan 1,04 persen, kelompok makanan jadi 0,54 persen, kelompok perumahan 0,08 persen,  dan kelompok pendidikan 0,01 persen.
Â
Uniknya, meskipun peningkatan indeks tertinggi terjadi pada kelompok bahan makanan, komoditas yang menyumbang inflasi tertinggi justru berasal dari bensin 0,31 persen sebagai komoditas dari kelompok transpor.
Â
Setelah itu disusul bayam 0,24 persen, daging ayam ras 0,09 persen,apel dan bawang merah masing-masing 0,07 persen, daun singkong, udang basah, cabe merah masing-masing 0,05 persen, angkutan antar kota, rokok kretek filter dan jengkol masing-masing 0,04 persen, ikan tongkol, angkutan dalam kota dan nasi.
Â
Di Sumatera inflasi tertinggi terjadi di Sibolga  sebesar 1,96 persen dan terendah di Lhokseumawe 0,70 persen. Sepuluh ibukota Provinsi di Sumatera, Banda Aceh mengalami inflasi tertinggi sebesar 1,75 persen dan Pekanbaru berada pada urutan kedelapan. Â
Â
Hampir seluruh kota di Indonesia mengalami inflasi kecuali Ambon mengalami deflasi sebesar -0,15 persen. Kota-Kota dengan Inflasi tertinggi di Indonesia antara lain: Sibolga (1,96 persen), Depok (1,79 persen), Banda Aceh (1,75 persen) dan Bengkulu (1,72 persen). (tribunpekanbaru.com)