BEI Rubah LOt Siza

Jumat, 10 Januari 2014 12:15

BERTUAHPOS,COM, PEKANBARU – Pemberlakuan perubahan satuan perdagangan (lot siza) dan fraksi saham oleh PT Bursa Efek Indonesia sejak mulai Senin kemarin di harapkan agar investor yang dengan kemampuan terbatas bisa memiliki perusahaan yang besar dan sehat.

Otoritas pasar modal menerapkan perubahan satuan perdagangan (lot size) dari sebelumnya 1 lot sebanyak 500 lembar menjadi 100 lembar. Maksimum volume order di pasar reguler dan pasar tunai diubah dari 10.000 lot menjadi 50.000 lot.

Hal itu langsung diungkapkan Kepala Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM) Riau, Emon Sulaiman saat di temui bertuahpos.com dikantornya Kamis (9/1) kemarin.

Dikatakan Emon, pemberlakuan ukuran lot size diperkecil dari 500lembar menjadi 100 lembar, akan berpengaruhnya kebrusa sehingga jumlah volume ke perdangan jadi meningkat. Untuk saat ini, pengaruhnya secara langsung menjadikan investor memiliki peluang dengan harga yang bagus.

Baca: 2018, Dana Desa di Riau Rp 100 Juta

“Volume saat ini, sekitar 3M perhari per lot. Transaksi memang utuh, tetapi belum terjadi lonjakan secara signifikan. Tapi kalau pasar sudah ramai, kita akan lihat rillnya seperti apa. Sebab ini baru berjalan dua hari, pasar juga masih tidak terlalu besar sizenya, jadi belum terlalu terlihat,” ujar Emon.

Dicontohkannya, kalau harga saham 10ribu perlembar, kita beli satu lot kali dengan 500, berarti kita harus punya modal 5 juta untuk membeli saham tersebut. Sekarang ini, kalau 1 lot seratus lembar, dengan 1 juta kita sudah bisa saham tersebut. Jadi, orang yang punya kemampuan 5juta dibanding dengan orang yang punya kemampuan 1juta, itu jauh lebih banyak dengan kemampuan orang yang punya 1juta.

“Orang yang punya kemampuan 5juta, otomatis dia punya kemampuan yang 1 juta, orang yang punya 2juta kemampuannya juga 1juta, secara otomatis marketnya semakin banyak, terangnya.

Masih kata Emon, dengan kemampuan orang yang membeli saham tersebut semakin banyak, maka saham tersebut akan semakin liquid. Investor pun akan semakin ramai banyak melakukan transaksi. Kalau sudah ramai ditrtansaksikan, biasanya akan mengundang investor lain, karena menguntungkan.

“Mudah-mudahan dengan adanya seperti ini, masyarakat yang punya kantong investasi di tempat lain, mulai memecah investasinya untuk berinvestasi ke Saham karena harganya sudah semakin terjangkau” jelasnya. (Wal)