• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Senin, November 2, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Apa yang Beda di APBN Pertama Milik Jokowi-JK?

Tim Redaksi by Tim Redaksi
15 Januari 2015
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, JAKARTA  -Pemerintahan pimpinan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) sudah membuat Rancangan APBN Perubahan (RAPBN-P) 2015, yang merupakan susunan anggaran pertama di pemerintahan ini. Apa bedanya?

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, RAPBN-P 2015 merupakan APBN pertama pemerintahan baru, karena APBN 2015 dibuat oleh pemerintahan dan DPR lama.

“APBN Perubahan ini penting untuk menyampaikan visi dan misi presiden,” kata Bambang dalam pertemuan bersama Pemimpin Redaksi media massa di rumah dinasnya, Widya Chandra, Jakarta, Rabu malam (14/1/2015).

Bambang juga telah menyampaikan RAPBN-P 2015 ini kepada pimpinan DPR langsung, untuk menunjukkan rasa hormat pemerintah kepada DPR dan niat pemerintah untuk membuat RAPBN-P 2015.

Lantas apa yang beda pada RAPBN-P 2015 ini?

“Dibandingkan APBN sebelumnya, RAPBN-P ini paling kecil risiko fiskalnya,” kata Bambang.

Alasannya, tidak ada lagi risiko subsidi BBM di dalam anggaran tersebut. Karena pemerintah Jokowi-JK menghapus subsidi BBM jenis premium, dan menetapkan subsidi tetap Rp 1.000/liter untuk solar

Penghapusan subsidi ini penting, karena selama ini gejolak nilai tukar dan harga minyak, serta tingginya konsumsi BBM membuat subsidi seringkali membengkak.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan harus mengutak atik anggaran agar defisit tidak melebihi 3% sesuai dengan undang-undang.

“Kebijakan penghapusan subsidi BBM penting, menjaga anggaran kita sehat, aman, dan minim risiko. Bukan tidak ada risiko, tapi lebih kecil,” jelas Bambang.

Selain subsidi, yang menjadi pembeda dalam APBN milik Jokowi-JK ini adalah besarnya peningkatan target penerimaan pajak.

Target penerimaan pajak naik sekitar 40%, dari sekitar Rp 897 triliun pencapaian di 2014 tanpa penerimaan non migas, menjadi Rp 1.250 triliun dalam RAPBN-P 2015. “Jadi ada peningkatan sekitar Rp 350 triliun lebih,” jelas Bambang.

Dalam sejarah, ujar Bambang, tidak pernah penrimaan pajak ditargetkan naik 40%. Paling tinggi hanya 20% peningkatan dalam tiap tahunnya. Karena itu pertumbuhan ekonomi dalam RAPBN-P 2015 diasumsikan tumbuh 5,8%.

“Presiden mau kita semua kerja keras untuk mencapai pertumbuhan tinggi. Jadi targetnya bukan realistis atau tidak. Jadi kita berpikir ini target berat yang harus kita capai. Pertumbuhan ekonomi diasumsikan 5,8%, inflasi 5%,” kata Bambang.

Kemudian, untuk pertama kali juga, Bambang mengatakan, dalam RAPBN-P 2015 ini, belanja kementerian/lembaga (K/L) lebih besar dari non K/L, karena penghapusan subsidi BBM tadi.

“Subsidi BBM tinggal Rp 82 triliun, untuk solar dan elpiji, termasuk carryover atau utang subsidi ke Pertamina Rp 35 triliun. Jadi bersihnya, subsidi BBM Rp 57 triliun, dari Rp 276 triliun di APBN 2015,” kata Bambang.

Ada lagi, untuk pertama kali sejak 2005, anggaran infrastruktur dalam APBN kali ini melebihi anggaran subsidi. “Jadi selama 10 tahun ini yang dominan subsidi. Sekarang untuk infrastruktur naik jadi Rp 282 triliun, dari Rp 190 triliun,” jelas Bambang.

Anggaran infrastruktur ini dialokasikan untuk kedaulatan pangan seperti pembangunan bendungan dan irigasi, maritim, pariwisata, pemenuhan kebutuhan dasar, perumahan, pengurangan kesenjangan, pengembangan wilayah perbatasan, pembangunan pasar tradisional, konektivitas, dan tambahan dana alokasi khusus (DAK) ke daerah.

Secara total, anggaran penerimaan dalam RAPBN-P 2015 adalah Rp 1.769 triliun, dan angagran belanja Rp 1.994 triliun. Defisitnya adalah 1,9% dari PDB, turun dari APBN 2015 yaitu 2,2%.

Berikut asumsi makro dalam RAPBN-P 2015:
 

  • Pertumbuhan ekonomi 5,8%
  • Inflasi 5%
  • Nilai tukar Rp 12.200/US$
  • Suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan adalah 6,2%
  • Harga minyak Indonesia (ICP) US$ 70/barel
  • Lifting minyak 849.000 barel/hari
  • Lifting gas 1,12 juta barel setara minyak per hari(detikfinance)
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Perbedaan BPNT dan BLT Kesra, Besaran dan Cara Mengeceknya
Ekonomi

Perbedaan BPNT dan BLT Kesra, Besaran dan Cara Mengeceknya

...

Read moreDetails
5 Wisata Kuliner Malam di Pekanbaru, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Tahun 1978

5 Wisata Kuliner Malam di Pekanbaru, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Tahun 1978

Ini 3 Pilihan Merek Susu Oat Terbaik yang Lezat dan Kaya Nutrisi

Ini 3 Pilihan Merek Susu Oat Terbaik yang Lezat dan Kaya Nutrisi

Daftar 3 Smartwatch Huawei Terbaru 2026 Lengkap dengan Spesifikasi dan Harganya

Daftar 3 Smartwatch Huawei Terbaru 2026 Lengkap dengan Spesifikasi dan Harganya

4 Pilihan Cushion Lokal untuk Kulit Berminyak, Tetap Flawless dan Tahan Lama

4 Pilihan Cushion Lokal untuk Kulit Berminyak, Tetap Flawless dan Tahan Lama

Rekomendasi 4 Sepatu Gym Pria Terbaik Lengkap Harganya

Rekomendasi 4 Sepatu Gym Pria Terbaik Lengkap Harganya

Next Post

Penurunan Harga Minyak Tak Pengaruhi TDL

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.