• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Target Pertumbuhan Ekonomi Nasional 2026 di 5,8 Persen, Apa Syarat yang Harus Dipenuhi?

Sri Mulyani menegaskan, semua target ini tidak bisa dicapai tanpa kebijakan yang tepat. Mulai dari kemudahan regulasi investasi, pengendalian inflasi, hingga perlindungan daya beli masyarakat menjadi kunci keberhasilan.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
4 Juli 2025
Target Pertumbuhan Ekonomi Nasional 2026 di 5,8 Persen, Apa Syarat yang Harus Dipenuhi?

Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS – Pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2026 berada pada kisaran 5,2% hingga 5,8%. Namun, pencapaian angka tersebut membutuhkan dorongan kuat terhadap berbagai komponen utama penggerak ekonomi domestik.

Hal ini disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Gedung DPR, Kamis, 3 Juli 2025. Menurutnya, agar proyeksi tersebut tercapai, seluruh kontributor pertumbuhan ekonomi harus bekerja lebih optimal.

“Untuk tahun 2026, target growth kita berada di rentang 5,2 hingga 5,8 persen. Maka pekerjaan rumah dari masing-masing komponen pertumbuhan harus ditingkatkan,” ujar Sri Mulyani.

Salah satu komponen kunci adalah konsumsi rumah tangga, yang ditargetkan tumbuh 5,5%. Ia menekankan bahwa pertumbuhan ini tidak bisa hanya mengandalkan bantuan sosial, melainkan harus diiringi dengan peningkatan kesempatan kerja dan pendapatan masyarakat.

“Inflasi harus dijaga tetap rendah, daya beli masyarakat harus terjaga. Yang paling penting adalah penciptaan lapangan kerja dengan upah yang baik. Itu yang bisa menopang konsumsi rumah tangga,” jelasnya.

Selain konsumsi, investasi juga diharapkan tumbuh sebesar 5,9%. Pemerintah melihat bahwa peningkatan investasi akan menjadi penopang utama dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan jangka panjang.

Sementara itu, ekspor ditargetkan tumbuh 6,8% di tahun 2026. Namun, kinerja ekspor diprediksi menghadapi tantangan dari kebijakan luar negeri Amerika Serikat, terutama terkait tarif resiprokal yang diberlakukan terhadap Indonesia.

“Selama ini ekspor kita stabil di kisaran 6–6,5%. Tapi ini bisa berubah jika tarif Presiden Trump diberlakukan. Kita tunggu keputusan finalnya tanggal 9 Juli nanti,” tambah Sri Mulyani.

Untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 2026, pemerintah juga menetapkan proyeksi di beberapa sektor lainnya:

  • Industri pengolahan ditargetkan tumbuh 5,3%
  • Perdagangan diproyeksikan naik 5,7%
  • Konstruksi tumbuh 5,4%
  • Pertanian dipacu hingga 6,5%

Sri Mulyani menegaskan, semua target ini tidak bisa dicapai tanpa kebijakan yang tepat. Mulai dari kemudahan regulasi investasi, pengendalian inflasi, hingga perlindungan daya beli masyarakat menjadi kunci keberhasilan.

“Ini target pertumbuhan yang ambisius. Maka harus disokong oleh kebijakan konkret, baik dalam investasi, deregulasi, maupun menjaga stabilitas ekonomi makro,” tutup Menkeu.***


Simak informasi lainnya tentang Ekonomi

pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026, target ekonomi Sri Mulyani, konsumsi rumah tangga, investasi 2026, ekspor Indonesia, tarif AS terhadap Indonesia, kebijakan fiskal 2026, industri pengolahan, sektor pertanian, inflasi dan daya beli.
Tags: ekonominasional
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Pasar Kodim Pekanbaru Sepi, Kios Barang Bekas Banyak Tutup
Ekonomi

Pasar Kodim Pekanbaru Sepi, Kios Barang Bekas Banyak Tutup

...

Read moreDetails
Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma

Harga CPO Pekan Ini Diproyeksi Tertekan akibat Stok Melimpah

Harga CPO Pekan Ini Diproyeksi Tertekan akibat Stok Melimpah

Dokter Minta Keringanan Pajak, IDI Usul PPh Final Maksimal 1%

Dokter Minta Keringanan Pajak, IDI Usul PPh Final Maksimal 1%

13 BPR Ditutup OJK Sepanjang 2026, LPS Siapkan Skema Penjaminan

13 BPR Ditutup OJK Sepanjang 2026, LPS Siapkan Skema Penjaminan

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Next Post
SPMB Riau 2025, Ombudsman Larang Penerimaan Jalur “Belakang”

SPMB Riau 2025, Ombudsman Larang Penerimaan Jalur “Belakang”

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.