BERTUAHPOS.COM — Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan pidato kenegaraan serta RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan pada Jumat, 14 Agustus 2026. Target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2028, menjadi salah satu topik dalam agenda tersebut.
Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno berharap pidato Presiden menegaskan target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2028. Dia menilai target tersebut perlu diperkuat melalui hilirisasi, transisi energi, dan pembangunan berkelanjutan.
“Kita berharap apa yang disampaikan Bapak Presiden nanti merupakan keberlanjutan dari roadmap pertumbuhan ekonomi yang akan dicapai 8 persen sampai dengan 2028,” kata Eddy di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Menurut Eddy, pemerintah perlu terus menggenjot perekonomian untuk mencapai pertumbuhan tinggi. Hilirisasi dan transisi energi menjadi bagian penting dari upaya tersebut.
Presiden Prabowo dijadwalkan menyampaikan pidato sebanyak dua kali di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Agenda itu mencakup Sidang Tahunan 2026, Sidang Bersama MPR, DPR, dan DPD, serta Rapat Paripurna DPR.
“Kita akan mendengarkan Nota Keuangan yang meneguhkan komitmen kita untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi,” ujar Eddy. Pernyataan itu memperkuat harapan agar dokumen fiskal mencerminkan arah target pertumbuhan ekonomi pemerintah.
Dalam agenda tersebut, Prabowo akan menyampaikan Laporan Kinerja Lembaga-Lembaga Negara dan Pidato Kenegaraan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Presiden juga akan menyampaikan RUU APBN 2027 beserta Nota Keuangan dan dokumen pendukungnya kepada Ketua DPR dan DPD RI.
Eddy juga menyinggung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Sebagaimana disampaikan oleh Ketua BGN, itu kan sedang dalam proses penataan,” katanya.
Menurut Eddy, proses penataan program MBG memang membutuhkan waktu. Meski begitu, dukungan percepatan tetap diperlukan agar manfaat program segera dirasakan masyarakat.
“Kami mendukung bahwa proses penataan itu berjalan secara cepat. Karena memang program MBG ini diperlukan di masyarakat,” kata Eddy.









