BERTUAHPOS.COM — Harga pangan yang terus bergejolak mengancam target inflasi Indonesia direntang 2,5±1% setelah inflasi tahunan Juni 2026 mencapai 3,34%. Pemerintah meningkatkan kewaspadaan pada komoditas volatile food seperti bawang putih, cabai, dan minyak goreng yang berpotensi mendorong kenaikan lebih lanjut.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemantauan ketat terhadap harga komoditas pangan strategis harus terus dilakukan. Kelompok volatile food masih menjadi ancaman utama bagi stabilitas inflasi nasional.
“Kita melihat beberapa komoditas yang bisa mempengaruhi kenaikan inflasi. Volatile food termasuk bawang putih itu perlu ditangani secara baik,” ujar Airlangga di Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026.
Badan Pusat Statistik mencatat inflasi tahunan pada Juni 2026 berada di level 3,34%, masih dalam rentang sasaran pemerintah. Komponen harga bergejolak mencatat inflasi tahunan 5,58% dengan andil 0,91% terhadap inflasi nasional.
Komoditas paling besar menyumbang kenaikan harga antara lain beras, cabai merah, daging ayam ras, cabai rawit, dan bawang merah. Pemerintah juga mencermati pergerakan harga emas yang sempat melonjak namun kini mulai turun.
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengungkapkan, Kemendag memantau harga dan ketersediaan komoditas melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok. Tujuannya menjaga kelancaran distribusi agar harga kebutuhan pokok tetap terkendali.
Bawang putih menjadi perhatian khusus karena masih bergantung pada impor. Percepatan realisasi impor dinilai menjadi langkah krusial untuk menjaga stabilitas pasokan di dalam negeri.
“Kita berupaya agar penyalurannya maksimal, lalu percepatan realisasi impor juga harus kita pantau. Mudah-mudahan itu menjadi solusi yang konkret,” tutur Dyah.
Harga Minyakita juga menjadi sorotan karena masih bertengger di kisaran Rp16.000 per liter, di atas HET Rp15.700. Kemendag akan mengoptimalkan Permendag Nomor 43 Tahun 2025 yang mewajibkan 35% distribusi minyak goreng rakyat melalui BUMN Pangan.
“Harapannya penyalurannya bisa maksimal sehingga pasar rakyat stoknya aman. Ini salah satu upaya kami untuk daerah-daerah yang berpotensi inflasi meningkat karena kendala distribusi,” jelas Dyah.









