• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 3, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Suku Bunga Acuan Naik Bukan Solusi Tunggal Jaga Rupiah

Pedrianto by Pedrianto
21 Juni 2026
Konflik Timur Tengah Dukung Nilai Tukar Rupiah Menguat di Sesi Awal Hari Ini

Foto: Ilustrasi / AI

163
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM – Langkah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke level 5,75% dinilai bukan sebagai solusi tunggal untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.

Menurut Indonesian Business Council (IBC), kebijakan moneter tersebut perlu direspon sebagai bagian dari tekanan eksternal, bukan semata-mata karena permintaan domestik.

Meski demikian, Chief Economist IBC Denni Purbasari menilai kebijakan itu merupakan langkah yang dapat dipahami di tengah tekanan global yang masih tinggi.

“Sebagai small open economy, Indonesia tidak dapat sepenuhnya melepaskan kebijakan moneternya dari dinamika global,” ujarnya dalam keterangannya, Minggu, 21 Juni 2026.

Perbedaan suku bunga acuan antara Indonesia dan negara maju secara langsung memengaruhi arus modal, nilai tukar, serta stabilitas sistem keuangan. Kenaikan BI-Rate karenanya menjadi upaya untuk memperkuat kepercayaan pasar sekaligus mengendalikan ekspektasi inflasi.

Denni menekankan bahwa stabilitas nilai tukar tidak bisa hanya bertumpu pada instrumen suku bunga acuan. Indonesia membutuhkan bauran kebijakan yang lebih kredibel dan berkelanjutan.

“Disiplin fiskal, penguatan ruang fiskal, dan konsistensi arah kebijakan ekonomi menjadi kunci agar tekanan terhadap rupiah dapat mereda,” tuturnya.

IBC menilai tekanan inflasi saat ini lebih banyak bersumber dari faktor biaya, seperti harga energi dan biaya produksi. Melihat kondisi itu, respons kebijakan harus mampu menjaga keseimbangan antara stabilitas makro dan daya tahan sektor riil.

Di sisi lain, kenaikan suku bunga acuan yang relatif cepat berpotensi meningkatkan biaya pendanaan bagi dunia usaha, rumah tangga, dan pemerintah. Kenaikan yield obligasi pemerintah sebagai acuan pasar juga dapat memengaruhi keputusan investasi dan aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

“Dunia usaha memahami pentingnya menjaga stabilitas rupiah. Namun, pada saat yang sama, meningkatnya biaya modal akan terasa di sektor riil, terutama bagi pelaku usaha yang sedang menjaga arus kas, ekspansi, dan penyerapan tenaga kerja,” kata Denni.

IBC mendorong penguatan koordinasi kebijakan makroekonomi, moneter, fiskal, dan sektor keuangan secara terpadu. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan sistem perbankan tetap sehat dan pembiayaan ke sektor produktif terus berjalan.

Tags: ekonominasionalsuku bunga
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Pedrianto

Pedrianto


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke eMail: redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma
Nasional

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma

...

Read moreDetails
Harga CPO Pekan Ini Diproyeksi Tertekan akibat Stok Melimpah

Harga CPO Pekan Ini Diproyeksi Tertekan akibat Stok Melimpah

Dokter Minta Keringanan Pajak, IDI Usul PPh Final Maksimal 1%

Dokter Minta Keringanan Pajak, IDI Usul PPh Final Maksimal 1%

13 BPR Ditutup OJK Sepanjang 2026, LPS Siapkan Skema Penjaminan

13 BPR Ditutup OJK Sepanjang 2026, LPS Siapkan Skema Penjaminan

Rupiah Tertekan Harga Minyak dan Ketidakpastian The Fed

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.748 per Dolar AS, Tertekan Sinyal Hawkish The Fed

Era Suku Bunga Rendah Berakhir, Jepang Hadapi Beban Utang Semakin Berat

Era Suku Bunga Rendah Berakhir, Jepang Hadapi Beban Utang Semakin Berat

Next Post
Harga Minyak Dunia Tembus US$100 Akibat Penutupan Selat Hormuz, AS Semakin Terpojok

Iran Ancam Tutup Selat Hormuz Setelah Israel Serang Lebanon

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.