BERTUAHPOS.COM — Bank Dunia menunjuk mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai Ketua Bersama proses pengisian kembali dana Asosiasi Pembangunan Internasional ke-22.
Penunjukan ini menempatkannya di garis depan upaya global menghimpun pendanaan lunak bagi 75 negara termiskin dunia melalui skema pinjaman berbunga nol dan hibah pembangunan.
Penunjukan ini menegaskan kepercayaan komunitas internasional terhadap kapasitas Sri Mulyani dalam mengelola diplomasi pembiayaan multilateral. Ia akan memimpin bersama proses IDA22 dengan menggandeng kekuatan pengaruh kebijakan dari berbagai negara donor dan peminjam.
“Sri Mulyani akan memimpin bersama proses pengisian ulang IDA22 dengan Paschal Donohoe, Managing Director sekaligus Chief Knowledge Officer Grup Bank Dunia,” bunyi pernyataan resmi Bank Dunia di Washington, Senin, 3 Agustus 2026.
IDA merupakan salah satu sumber pendanaan terbesar di dunia untuk memerangi kemiskinan ekstrem di negara-negara berpenghasilan rendah.
Lembaga ini menyediakan pinjaman berbunga nol atau rendah serta hibah untuk proyek yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat ketahanan masyarakat miskin.
Proses pengisian ulang IDA diadakan setiap tiga tahun untuk menghimpun pendanaan baru bagi operasional lembaga tersebut.
Pertemuan ini juga menjadi forum bagi para mitra untuk meninjau kebijakan-kebijakan IDA yang akan diterapkan pada siklus pendanaan berikutnya.
“Sri Mulyani kini menjabat sebagai Blavatnik World Leaders Fellow 2025-2026 di University of Oxford. Sebelumnya, ia menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai Menteri Keuangan Indonesia serta pernah menjabat sebagai Managing Director dan Chief Operating Officer Bank Dunia,” kata Bank Dunia.
Pengalaman tersebut memberinya keahlian mendalam dalam kebijakan pembangunan maupun pembiayaan multilateral. Forbes bahkan pernah memasukkannya dalam daftar 100 Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia.
Dalam tugas barunya, Sri Mulyani akan mendorong penguatan kebijakan dukungan sekaligus pembiayaan IDA22 dari negara-negara donor maupun negara peminjam.
Namanya terpilih dari daftar kandidat yang diseleksi oleh komite pencarian yang terdiri dari perwakilan negara donor dan negara pemberi pinjaman.
“Sri Mulyani diharapkan mampu memobilisasi sumber daya yang signifikan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan pembangunan yang meningkat tajam di negara-negara penerima IDA. Pengalaman dan reputasinya diharapkan dapat meyakinkan negara donor untuk mempertahankan atau meningkatkan kontribusi mereka,” ujar seorang pejabat Bank Dunia yang terlibat dalam proses seleksi.
Penunjukan ini menjadi tonggak penting dalam karier internasional Sri Mulyani pasca mengundurkan diri dari kabinet Indonesia.
Bank Dunia menilai ia merupakan salah satu tokoh paling berpengalaman di bidang pembiayaan pembangunan internasional yang mampu menjembatani kepentingan negara maju dan berkembang dalam forum multilateral.









