BERTUAHPOS.COM — Nilai tukar rupiah menguat 0,24% ke Rp17.952 per dolar AS pada pembukaan Jumat, 3 Juli 2026, membalikkan pelemahan yang terjadi sehari sebelumnya. Penguatan ini terjadi di tengah pelemahan indeks dolar AS yang turun 0,02% ke level 101.838.
Mengutip data Bloomberg yang dipantau pada pukul 9.05 WIB di pasar spot exchange, rupiah berhasil mengumpulkan tambahan 43 poin. Sebelumnya, nilai tukar rupiah pada penutupan Kamis, 2 Juli 2026 sempat melemah 43 poin ke level Rp17.995 per dolar AS.
Pendorong utama penguatan rupiah berasal dari pelemahan tajam dolar AS di pasar internasional. Dikutip dari CNBC International, dolar jatuh pada hari Kamis setelah laporan ketenagakerjaan AS untuk bulan Juni menunjukkan angka yang jauh di bawah ekspektasi.
Pemberi kerja di Amerika Serikat hanya menambah 57.000 lapangan kerja sepanjang Juni, padahal para ekonom sebelumnya memperkirakan penambahan hingga 110.000 lapangan kerja. Tingkat pengangguran di AS justru turun menjadi 4,2% dari sebelumnya 4,3%.
Sementara itu, mata uang yen Jepang turut bereaksi dengan menguat tajam hingga 1% terhadap dolar AS ke level 160,96, posisi terkuat sejak 18 Juni 2026. Pasar dengan cepat menyesuaikan ulang ekspektasi terhadap kebijakan moneter Federal Reserve menyusul data tenaga kerja yang mengecewakan tersebut.
Para pedagang kontrak berjangka dana The Fed kini hanya melihat peluang kenaikan suku bunga sebesar 53% pada bulan September, turun tajam dari 67% sebelum laporan dirilis. Ekspektasi pengetatan moneter yang mereda ini ikut menyeret dolar ke zona merah.
Dolar AS sebelumnya mendapat dukungan kuat dari meningkatnya spekulasi bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunga demi menekan inflasi ke target 2%. Arus masuk modal yang deras terkait tren industri Kecerdasan Buatan juga telah menjadi penopang bagi mata uang Negeri Paman Sam ini.









