BERTUAHPOS.COM — Pemerintah Indonesia membuka wacana untuk rencana pembangunan kereta api trans Sumatera. Proyek ini recananya akan dikerjasamakan dengan Rusia.
Selain proyek tol yang kini sedang berlangsung, infrastruktur berupa koridor kereta api diyakini akan lebih menunjang percepatan akses dan konektivitas antar wilayah.
Namun, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menyatakan belum ada pemberitahuan khusus dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah soal rencana itu. “Belum. Belum ada lagi,” ujarnya kepada Bertuahpos, Sabtu, 6 Juni 2026, di Pekanbaru.
Kendati demikian, SF Hariyanto memastikan Riau siap menangkap peluang tersebut. Menurutnya, kehadiran jalan tol telah cukup banyak berkontribusi terhadap pergerakan ekonomi daerah.
Terlebih, perputaran ekonomi akan lebih cepat dengan hadirnya kereta api sehingga dapat membuka konektivitas antar wilayah, terutama terhadap ceruk-ceruk yang tidak dilintas tol Trans Sumatra.
“Pemerintah daerah pasti akan mendukung. Dampaknya akan lebih besar ke sektor barang dan jasa. Jadi perputaran ekonomi kita juga lebih cepat,” tambahnya.
Seperti diberitakan, Indonesia membuka pintu lebar bagi perusahaan Rusia untuk terlibat dalam pengembangan koridor perkeretaapian strategis nasional, termasuk proyek ambisius kereta api Trans Sumatera yang selama ini menjadi salah satu prioritas konektivitas antar wilayah.
Peluang ini menandai babak baru kerja sama bilateral Indonesia dan Rusia di sektor transportasi yang semakin strategis.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Sabtu, 6 Juni 2026.
“Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.380 pulau dan populasi sekitar 280 juta jiwa. Bagi kami, transportasi adalah urat nadi yang mempersatukan bangsa dan menghubungkan seluruh wilayah Nusantara,” ujarnya.
AHY menegaskan Indonesia masih membutuhkan pengembangan jaringan kereta api secara signifikan untuk memperkuat konektivitas nasional dan mendukung pemerataan pembangunan di seluruh wilayah.
Pengalaman Rusia dalam mengelola sistem transportasi publik, khususnya Metro Moskow, dinilai dapat menjadi referensi berharga bagi pengembangan MRT, LRT, dan kereta komuter di Indonesia.
Selain kereta api Trans Sumatera, perusahaan Rusia juga diundang untuk berpartisipasi dalam pengembangan koridor Trans Sulawesi dan Trans Kalimantan yang sama-sama menjadi tulang punggung konektivitas darat di luar Jawa.
Ketiga koridor strategis ini diharapkan mampu mempercepat distribusi logistik dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah yang selama ini belum terjangkau jaringan kereta api.
Peluang kerja sama yang ditawarkan juga mencakup pengembangan teknologi dan manufaktur sarana-prasarana perkeretaapian, rekayasa kereta berkecepatan tinggi, serta angkutan berat atau heavy-haul rail.
Selain itu, kerja sama juga membuka ruang untuk peningkatan standar keselamatan dan operasional, pengembangan perkeretaapian rendah karbon, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia dan riset.
AHY menyampaikan tawaran kerja sama strategis ini dalam pertemuan langsung dengan Menteri Transportasi Federasi Rusia Andrey Nikitin di Moskow, Rusia.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Rusia, khususnya dalam membangun sistem transportasi yang modern, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi.








