BERTUAHPOS — Pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berjanji akan melakukan transfer APBD 2026 ke daerah lebih awal dari biasanya. Percepatan ini dilakukan guna mengatasi masalah penumpukan dana pemda yang kerap terjadi setiap akhir tahun dan nilainya mencapai ratusan triliun rupiah.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan sistem baru untuk mendukung itu sudah disiapkan. Adapun sistem transfer dana yang lebih cepat akan membuat aliran dana publik lebih efektif dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.
“Tahun depan kita kembangkan sistem agar transfer bisa lebih cepat. Tanggal 1 atau 2 Januari sudah bisa dikirim ke pemda, jadi tidak ada lagi penumpukan dana,” ujar Purbaya di Kantor Kemenkeu.
Purbaya menilai, selama ini banyak Pemda sengaja menahan kas di akhir tahun karena khawatir tidak ada dana untuk membiayai kegiatan di awal tahun berikutnya. Padahal, menurutnya, dana publik seharusnya dibelanjakan untuk memberi dampak nyata bagi ekonomi daerah, bukan hanya disimpan di bank.
Data Bank Indonesia per 15 Oktober 2025 mencatat total simpanan dana pemda di perbankan mencapai Rp 234 triliun. Daerah dengan simpanan tertinggi antara lain DKI Jakarta Rp 14,68 triliun, Jawa Timur Rp 6,84 triliun, Kota Banjarbaru Rp 5,16 triliun, Kalimantan Utara Rp 4,70 triliun, dan Jawa Barat Rp 4,17 triliun.
Meski beberapa kepala daerah seperti Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyoroti data tersebut, Purbaya menegaskan bahwa angka yang disampaikan bisa dicek langsung ke Bank Indonesia.
Selain mempercepat mekanisme transfer, Purbaya juga meminta pemda lebih aktif membelanjakan anggaran untuk menggerakkan ekonomi lokal. “Tahun ini seharusnya langsung dibelanjakan. Kepala daerah juga harus lebih rajin belajar bagaimana mencanangkan belanja tepat waktu dan tepat sasaran,” tegasnya.
***









