• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 3, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

PMI Anjlok ke 46,9 Tandai Pelemahan Sektor Manufaktur Masuk Fase Kontraksi

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
5 Juli 2026
PMI Anjlok ke 46,9 Tandai Pelemahan Sektor Manufaktur Masuk Fase Kontraksi

Profesor Didik J. Rachbini | Foto: dok. Universitas Paramadina

159
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia anjlok ke 46,9 pada Juni 2026, sinyal pelemahan sektor manufaktur yang menjadi indikator industri Indonesia memasuki fase kontraksi. Ancaman serius bagi stabilitas ekonomi jangka panjang mendorong perlunya respons kebijakan cepat.

Rektor Universitas Paramadina, Profesor Didik J. Rachbini, menegaskan bahwa penurunan PMI bukan sekadar angka, melainkan cerminan industri yang telah lama sakit. “Angka PMI di bawah 50 adalah sinyal bahaya bahwa industri kita benar-benar lesu,” ujarnya.

Meskipun pertumbuhan ekonomi kuartal sebelumnya mencapai 5,61 persen, capaian itu lebih banyak ditopang belanja pemerintah. Sektor industri justru terus mengalami penurunan yang konsisten dalam beberapa waktu terakhir.

Profesor Didik membandingkan dengan Vietnam yang berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi sekitar 8 persen. Keberhasilan Vietnam berasal dari kebijakan transformasi industri yang dijalankan secara konsisten selama dua hingga tiga dekade.

Bank Dunia pada Juli 2026 mengklasifikasikan Vietnam sebagai negara berpendapatan menengah atas dengan GNI per kapita sekitar US$4.970. Capaian ini melampaui ambang batas US$4.636, menegaskan lompatan status ekonomi negara tersebut.

“Keseluruhan keadaan ekonomi Indonesia bisa diprediksi atau bahkan dipotret dari satu indikator saja, yakni data PMI yang menurun bahkan nyungsep. Angka PMI ini merupakan indikasi sektor industri kita sakit lama dan sekarang masuk zona bahaya merah pada level indeks di bawah 50. Atau indikasi yang lebih luas bahwa sektor industri semakin lesu dari waktu ke waktu,” jelas Profesor Didik.

Sektor industri Indonesia dinilai tidak memiliki arah kebijakan yang konsisten sehingga investor enggan menanamkan modal. Dunia usaha tidak akan berinvestasi selama kebijakan tidak jelas, birokrasi rumit, dan insentif tidak memadai.

“Strategi industri Vietnam adalah outward looking, persis sama dengan yang dilakukan Indonesia pada 1980-an. Tahapannya menarik FDI berkualitas, berbeda dengan Indonesia yang justru menarik investasi tidak berkualitas seperti restoran, jasa perdagangan, dan pengemasan,” paparnya.

Melemahnya daya beli masyarakat merupakan konsekuensi dari menyusutnya sektor industri dan terbatasnya penciptaan lapangan kerja produktif. Lingkaran persoalan ini hanya bisa diputus melalui transformasi struktur industri, deregulasi, dan debirokratisasi, seperti yang pernah berhasil dilakukan pada dekade 1980–1990-an.

“Kita sekarang kalah dengan ‘anak bawang’ Vietnam. Jika tidak ada kebijakan membangkitkan industri secara masif dan perbaikan iklim usaha, Indonesia bisa menjadi negara sakit di ASEAN,” tutup Profesor Didik.

Tags: ekonominasional
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma
Nasional

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma

...

Read moreDetails
Harga CPO Pekan Ini Diproyeksi Tertekan akibat Stok Melimpah

Harga CPO Pekan Ini Diproyeksi Tertekan akibat Stok Melimpah

Dokter Minta Keringanan Pajak, IDI Usul PPh Final Maksimal 1%

Dokter Minta Keringanan Pajak, IDI Usul PPh Final Maksimal 1%

13 BPR Ditutup OJK Sepanjang 2026, LPS Siapkan Skema Penjaminan

13 BPR Ditutup OJK Sepanjang 2026, LPS Siapkan Skema Penjaminan

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Ekonomi di Tengah Tekanan Lingkungan

Ekonomi di Tengah Tekanan Lingkungan

Next Post
Honda CB100 Bidik Pengendara Muda, Desain Sporty dan Mesin Irit BBM

Honda CB100 Bidik Pengendara Muda, Desain Sporty dan Mesin Irit BBM

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.