• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 3, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Pertumbuhan Ekonomi Tak Bisa Hanya Diukur dari PDB — CME soal Polemik Data BPS

“Pertanyaannya bukan hanya apakah PDB naik, tetapi apakah pertumbuhan itu didukung fondasi sehat dan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan?"

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
13 Agustus 2025
Pertumbuhan Ekonomi Tak Bisa Hanya Diukur dari PDB — CME soal Polemik Data BPS

Ilustrasi / Melba Ferry Fadly.

120
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS – Data pertumbuhan ekonomi yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) telah memantik perhatian banyak pihak, salah satunya Center for Market Education (CME).

CME menyoroti perdebatan terkait data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2025 mencapai 5,12% itu, merupakan masalah mendasar, “yaitu ketergantungan berlebihan pada Produk Domestik Bruto (PDB) sebagai tolok ukur kesejahteraan ekonomi.”

Padahal, kata Peneliti CME Dr. Yohanes Berenika Kadarusman, BPS perlu menjaga transparansi, integritas, serta konsistensi data agar publik tidak ragu dan tetap memiliki ekspektasi positif.

Menurutnya, penting untuk mengaitkan angka resmi dengan kondisi nyata di masyarakat, “seperti penyusutan kelas menengah, pemutusan hubungan kerja (PHK), dan indikator sosial lainnya,” kata pengajar Universitas Prasetiya Mulya itu.

Chief Economist CME, Alvin Desfiandi, mengemukakan bahwa kenaikan PDB tidak otomatis menandakan ekonomi berada di jalur yang tepat.

Dia menyebut, pertumbuhan yang didorong belanja pemerintah dianggap tidak produktif dan dibiayai defisit hanya berdampak sementara — bahkan berisiko memicu inflasi, termasuk jika salah alokasi sumber daya, dan meningkatnya pengangguran.

“PDB memang alat yang berguna, namun bukan satu-satunya kompas ekonomi,” ujar Country Manager CME, Alfian Banjaransari.

Penilaian pertumbuhan ekonomi seharusnya mencakup aspek ketahanan rumah tangga, pemerataan kesempatan, dan keberlanjutan pertumbuhan.

“Pertanyaannya bukan hanya apakah PDB naik, tetapi apakah pertumbuhan itu didukung fondasi sehat dan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan?,” ujarnya.

Adapun indikator pertumbuhan ekonomi yang sehat ditandai dengan manfaat yang terasa luas, bertahan lama, dan tidak memicu siklus boom and bust. Ukurannya tidak hanya PDB, tetapi juga meliputi: dominasi investasi swasta yang menjawab kebutuhan pasar nyata; kecukupan tabungan rumah tangga untuk menghadapi guncangan ekonomi; dan stabilitas keuangan negara melalui belanja cermat dan pajak yang efisien.***

Tags: bpsekonomi
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Harga CPO Pekan Ini Diproyeksi Tertekan akibat Stok Melimpah
Ekonomi

Harga CPO Pekan Ini Diproyeksi Tertekan akibat Stok Melimpah

...

Read moreDetails
Dokter Minta Keringanan Pajak, IDI Usul PPh Final Maksimal 1%

Dokter Minta Keringanan Pajak, IDI Usul PPh Final Maksimal 1%

13 BPR Ditutup OJK Sepanjang 2026, LPS Siapkan Skema Penjaminan

13 BPR Ditutup OJK Sepanjang 2026, LPS Siapkan Skema Penjaminan

Proyeksi Inflasi 2026 Capai 3,13%, El Nino Godzilla Jadi Risiko Terbesar

Proyeksi Inflasi 2026 Capai 3,13%, El Nino Godzilla Jadi Risiko Terbesar

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Ekonomi di Tengah Tekanan Lingkungan

Ekonomi di Tengah Tekanan Lingkungan

Next Post
Stakeholder (SHR) Manager wilayah Kuansing dan Kampar Elwan Jumandri dan perwakilan RAPP menyerahkan bantuan Pacu Jalur 2025 secara simbolis kepada Wakil Bupati Kuantan Singingi, H. Muklisin disaksikan Ketua Umum Panitia Pacu Jalur 2025, Werry Ramadhan Putra.

Dukung Pelestarian Budaya, APRIL Sponsori Empat Jalur di Pacu Jalur Kuansing

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.