BERTUAHPOS.COM — China membeli 200.000 ton kedelai Amerika Serikat (AS) hasil panen terbaru, mempercepat perdagangan pertanian pasca pertemuan Trump-Xi. Langkah ini mengamankan jalur menuju target impor produk pertanian senilai 17 miliar dolar AS per tahun mulai 2026.
Kepala Ekonom Departemen Pertanian AS Michael Thompson, mengonfirmasi bahwa komitmen pembelian ini merupakan realisasi awal dari kesepakatan bilateral yang lebih luas. Pasar merespons sinyal stabilisasi hubungan dagang dua ekonomi terbesar dunia tersebut.
“Pembelian 200.000 ton kedelai ini mencerminkan keseriusan importir China dalam memenuhi komitmen perdagangan yang disepakati Mei lalu. Kami memproyeksikan volume akan terus meningkat untuk mencapai target tahunan,” ujar Thompson dilansir dari Vietnam.vn, Jumat, 10 Juli 2026.
Komitmen itu mencakup pembelian 12 juta ton kedelai AS untuk musim panen saat ini dan 25 juta ton per tahun selama tiga tahun ke depan. China juga menyepakati pembelian produk pertanian senilai minimal 17 miliar dolar AS pada 2026, 2027, dan 2028 di luar komitmen kedelai.
Peningkatan ini kontras dengan anjloknya ekspor pertanian AS ke China pada 2025. Data USDA mencatat nilai ekspor turun 65,7 persen menjadi 8,4 miliar dolar AS akibat tarif balasan yang diberlakukan.
Pangsa ekspor kedelai AS ke China pun merosot menjadi sekitar 20 persen pada 2024. Jumlah itu jauh di bawah porsi 41 persen yang tercatat pada 2016.
“Kedua pihak sedang merundingkan pengurangan tarif untuk beberapa produk pertanian sambil mempertahankan gencatan senjata perdagangan. Ini krusial untuk memulihkan volume ekspor ke level sebelum perang dagang,” kata Sarah Chen, juru bicara Kementerian Perdagangan China.
Analis USDA memperkirakan akselerasi pembelian akan menopang harga kedelai global di semester kedua. “Jika tren ini berlanjut, stok kedelai AS akhir tahun akan menyusut dan mendorong kenaikan harga di pasar berjangka,” tambah Thompson.









