BERTUAHPOS.COM — Nilai tukar rupiah menguat 6 poin ke Rp17.980 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Jumat, 17 Juli 2026. Dolar AS tertekan oleh data inflasi yang lebih rendah dari ekspektasi sehingga meredam spekulasi kenaikan suku bunga The Fed.
Penguatan tipis ini melanjutkan reli hari sebelumnya yang mencapai 82 poin ke level Rp17.986. Data Bloomberg mencatat rupiah bergerak di zona hijau sejak awal sesi.
Indeks dolar AS berada di 100,72 dan berpotensi turun 0,24% dalam sepekan. Mata uang Paman Sam sempat menyentuh titik terendah awal pekan ini akibat ekspektasi The Fed yang dovish.
Dikutip dari CNBC International, Strategis OCBC menyebut dolar AS tetap menjadi safe haven dengan imbal hasil tertinggi di antara mata uang G-10. Permintaan aset aman masih menopang greenback di tengah ketidakpastian global.
Mereka memperkirakan aksi harga valas jangka pendek mencerminkan kerangka “senyum USD”. Dolar menguat saat pasar mengantisipasi pertumbuhan AS yang solid atau ketika penghindaran risiko meningkat.
Di sisi lain, euro bertengger di US$1,1445 dan poundsterling Inggris menguat ke US$1,3476. Mata uang Inggris menuju kenaikan mingguan ketiga berturut-turut.
Kekhawatiran terhadap prospek fiskal Inggris yang memudar turut mendorong apresiasi pound. Investor merespons positif sinyal stabilitas anggaran dari pemerintah.
Bagi rupiah, meredanya tekanan eksternal membuka ruang penguatan lebih lanjut. Pelaku pasar kini menanti data ekonomi domestik untuk mengonfirmasi arah kebijakan Bank Indonesia.









