• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 3, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.748 per Dolar AS, Tertekan Sinyal Hawkish The Fed

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
31 Agustus 2026
Rupiah Tertekan Harga Minyak dan Ketidakpastian The Fed

Foto Grafis: Bertuahpos / Melba

156
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Senin (31/8/2026). Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.05 WIB, rupiah di pasar spot exchange dibuka turun 55 poin atau 0,31 persen ke level Rp17.748 per dolar AS.

Pada penutupan perdagangan Jumat (28/8/2026), rupiah sempat menguat 51 poin atau 0,29 persen ke posisi Rp17.693 per dolar AS. Pembalikan arah ini terjadi seiring meningkatnya tekanan eksternal terhadap mata uang Garuda.

Dikutip dari Reuters, dolar AS bertahan stabil di dekat level tertinggi dua minggu pada hari Senin. Spekulasi pasar mengenai kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) menjadi pendorong utama penguatan dolar.

Spekulasi tersebut muncul setelah pernyataan bernada hawkish dari Ketua The Fed, Kevin Warsh. Pernyataan itu ditafsirkan pasar sebagai sinyal bahwa bank sentral AS masih membuka ruang untuk kebijakan moneter yang lebih ketat.

Indeks dolar AS turun sedikit ke level 99,6 pada perdagangan Senin. Sebelumnya, indeks melonjak 0,6 persen pada Jumat ke posisi terkuat sejak 17 Agustus 2026.

Meski demikian, dolar AS masih mencatatkan penurunan bulanan kedua berturut-turut. Rencana pembelian kembali obligasi pemerintah AS (Treasury) pada awal bulan ini memicu perdagangan yang bertaruh pada pelemahan mata uang.

Permintaan dolar AS juga didukung oleh kenaikan harga minyak pada hari Senin. Harga minyak Brent naik hampir 2 persen setelah pasukan AS menyerang Pulau Larak milik Iran pada hari Minggu, menurut keterangan seorang pejabat AS.

Kenaikan harga minyak biasanya mendorong permintaan dolar dari negara-negara pengimpor minyak, termasuk Indonesia. Hal ini menjadi salah satu faktor yang membebani rupiah di awal pekan.

Sementara itu, mata uang utama lainnya bergerak bervariasi. Euro naik tipis 0,1 persen menjadi US$1,1591 per dolar AS, sementara poundsterling Inggris relatif tidak berubah di angka US$1,3539 per dolar AS.

Kedua mata uang tersebut tetap berada di jalur untuk mencatatkan kenaikan bulanan kedua secara berturut-turut. Tren ini menunjukkan masih adanya tekanan terhadap dolar AS dalam jangka menengah.

Yen Jepang sedikit melemah ke level 160,01 per dolar AS. Sebelumnya, yen sempat tergelincir melampaui level 160 per dolar pada Jumat.

Dolar Selandia Baru relatif tidak berubah di angka US$0,5916 per dolar AS. Adapun dolar Australia naik tipis 0,1 persen menjadi US$0,7163 per dolar AS.

Pergerakan rupiah yang kembali melemah di awal pekan menunjukkan pasar masih sensitif terhadap sentimen global. Investor cenderung berhati-hati menjelang keputusan kebijakan moneter The Fed.

Dengan kondisi ini, pelaku pasar di dalam negeri diperkirakan akan mencermati pergerakan dolar AS lebih lanjut. Intervensi Bank Indonesia juga berpotensi dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Tags: bank Indonesiadolar asEkonomi Makroharga minyakKevin WarshKurs Rupiahnilai tukar rupiahPasar Valuta Asingsuku bungathe fed
Share4Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Tensi AS-Iran Memanas, Rupiah Terkoreksi Tajam Dekati Level Rp17.000
Ekonomi

Mengapa BI Turunkan Batas Beli Dolar AS?

...

Read moreDetails
Harga Emas Dunia Hadapi Ujian Berat — Analis Saxo Bank

Harga Emas Dunia Hadapi Ujian Berat — Analis Saxo Bank

Harga Minyak dan Ekspektasi Suku Bunga The Fed Tekan Emas Dunia

Harga Minyak dan Ekspektasi Suku Bunga The Fed Tekan Emas Dunia

Kurs Rupiah Hari Ini Tertekan, Simak Penjelasannya

Kurs Rupiah Hari Ini Tertekan, Simak Penjelasannya

Bank Indonesia Bongkar Modus Penipuan Digital Berkedok Bank dan Kurir

Bank Indonesia Bongkar Modus Penipuan Digital Berkedok Bank dan Kurir

BI Ingatkan Kemudahan Transaksi Keuangan Perlu Diimbangi dengan Perlindungan Konsumen

BI Ingatkan Kemudahan Transaksi Keuangan Perlu Diimbangi dengan Perlindungan Konsumen

Next Post
Honda Ryden 160, Skutik Terbaru Diduga akan Rilis dengan Desain Mirip Honda AirBlade 160

Honda Ryden 160, Skutik Terbaru Diduga akan Rilis dengan Desain Mirip Honda AirBlade 160

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.