• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 3, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Meluncur Semester II 2026, Insentif Fiskal untuk ETF Berbasis Emas Tengah Disiapkan

Pedrianto by Pedrianto
15 Juli 2026
Meluncur Semester II 2026, Insentif Fiskal untuk ETF Berbasis Emas Tengah Disiapkan

Foto: Ilustrasi / Dok. Bertuahpos

134
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mematangkan insentif fiskal untuk produk reksa dana berbasis emas yang akan meluncur semester II 2026. Kemudahan perpajakan disiapkan karena skema perdagangan ETF emas bersifat non-delivery atau tanpa penyerahan aset fisik.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan usulan dukungan insentif kepada pemerintah. Langkah ini menjadi bagian strategi pengembangan variasi instrumen investasi di pasar modal Indonesia.

“Kita minta beberapa insentif untuk produk-produk baru di pasar sektor jasa keuangan, seperti ETF emas,” ujar Friderica di Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengonfirmasi bahwa pemerintah tengah menelaah usulan stimulus tersebut.

Karakteristik non-delivery ETF emas menjadi landasan utama mengapa produk ini memerlukan perlakuan fiskal berbeda dari transaksi emas batangan konvensional.

Airlangga mengisyaratkan adanya simplifikasi tarif perpajakan guna menarik minat investor. Pemerintah menilai kemudahan fiskal akan mendorong pertumbuhan instrumen investasi alternatif berbasis emas.

“Kalau perdagangan ETF emas kan non-delivery goods. Barang fisiknya tidak ada. Jadi, salah satunya dari segi perpajakannya untuk dipermudah,” ungkap Airlangga.

Bursa Efek Indonesia akan meluncurkan produk ETF emas pada semester II 2026 dengan optimisme likuiditas tinggi. Pejabat sementara Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik meyakini produk ini mudah dipahami publik tanpa memerlukan kurva pembelajaran panjang.

“Produk ini merupakan diversifikasi. Bagi investor ritel, ETF emas dapat menjadi alternatif efek untuk diversifikasi dengan kondisi pasar modal saat ini,” tutur Jeffrey.

Ia menambahkan investor institusi domestik yang membutuhkan instrumen syariah juga dapat memanfaatkan produk ini.

PT Pegadaian akan berperan sebagai penyedia sekaligus penyimpan emas fisik yang menjadi aset dasar ETF emas. Sementara PT Kustodian Sentral Efek Indonesia menyediakan infrastruktur pencatatan dan penyelesaian transaksi melalui sistem C-BEST.

“Dengan infrastruktur yang siap dan dukungan insentif fiskal dari pemerintah, kami optimistis ETF emas akan menjadi instrumen investasi yang likuid dan inklusif bagi seluruh lapisan investor,” kata Jeffrey.

Tags: ekonomiemasPasar
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Pedrianto

Pedrianto


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke eMail: redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Harga Emas Dunia Diprediksi Tembus USD5.000 Sebelum Akhir 2026
Ekonomi

Harga Emas Dunia Melemah, Skenario Bullish Masih Terbuka

...

Read moreDetails
Harga CPO Pekan Ini Diproyeksi Tertekan akibat Stok Melimpah

Harga CPO Pekan Ini Diproyeksi Tertekan akibat Stok Melimpah

Dokter Minta Keringanan Pajak, IDI Usul PPh Final Maksimal 1%

Dokter Minta Keringanan Pajak, IDI Usul PPh Final Maksimal 1%

13 BPR Ditutup OJK Sepanjang 2026, LPS Siapkan Skema Penjaminan

13 BPR Ditutup OJK Sepanjang 2026, LPS Siapkan Skema Penjaminan

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Ekonomi di Tengah Tekanan Lingkungan

Ekonomi di Tengah Tekanan Lingkungan

Next Post
Samade Minta KPK Audit Keuangan Agrinas Palma Nusantara, Sebut Laba Tak Masuk Akal

Harga TBS Riau Mitra Swadaya Naik Tipis ke Rp3.832,75 per Kilogram

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.